DERAPWAKTU.COM, PELAAHARI – Guyuran hujan tidak menyurutkan langkah Bupati Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, H Rahmat Trianto untuk melihat langsung perkembangan penanganan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur.

Sabtu (31/10/2026), ia turun ke lapangan meninjau progres pekerjaan normalisasi daerah aliran sungai (DAS) di wilayah dua kecamatan bertetangga. Sebagai informasi, Bumi Makmur merupakan pecahan dari Kecamatan Kurau.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pembenahan jalur aliran air berjalan sesuai rencana. 

Terlebih, kawasan Kurau dan Bumi Makmur selama ini dikenal sebagai wilayah yang kerap menghadapi persoalan genangan berkepanjangan (banjir)  ketika hujan deras terjadi.

Sebaliknya, saat kemarau panjang seperti tahun ini, dilanda kekeringan ekstrem yang menyebabkan persawahan di dua kecamatan ini kering kerontang dan mayoritas tanaman padi mennadi puso.

Didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tala, Orbit Setiawan, Bupati menyusuri lokasi pekerjaan untuk melihat kondisi pengerjaan secara langsung.

Kegiatan itu juga dibenarkan Camat Bumi Makmur Imam EW saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).


Memastikan Pekerjaan Sesuai Rencana

Peninjauan di tengah guyuran hujan tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap pekerjaan infrastruktur pengendalian banjir yang sedang berlangsung. 

Bukan hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan jalur pembuangan air dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Langkah ini penting mengingat persoalan banjir di Kurau dan Bumi Makmur bukan persoalan baru. 

Saat musim penghujan, kedua wilayah tersebut kerap menghadapi genangan yang bertahan lama, terutama ketika curah hujan tinggi bersamaan dengan naiknya permukaan air laut.

Bahkan, pada kejadian sebelumnya, genangan di sejumlah permukiman sempat bertahan hingga berminggu-minggu. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Tala mencari solusi yang tidak hanya bersifat sementara.


Sodetan Mulai Berfungsi, Pembenahan Berlanjut

Sebelumnya, pejabat teras Dinas PUPRP Tala telah menjelaskan bahwa pembangunan sodetan di jalur Desa Handil Maluka mulai menunjukkan hasil.

Dua sodetan berupa box culvert satu sel telah rampung dan berfungsi mengalirkan air dari kawasan Kurau Utara menuju Handil Maluka, kemudian diteruskan ke Desa Pantai Harapan hingga bermuara ke laut.

Sementara satu sodetan berukuran lebih besar berupa box culvert dua sel masih dalam proses penyelesaian.

Selain pembangunan sodetan, pembongkaran tabat STI di Desa Kurau Utara juga menjadi bagian penting dari pekerjaan normalisasi. Pengerjaan ini menghadapi tantangan berupa endapan tanah yang cukup luas sehingga membutuhkan dukungan sejumlah alat berat.

Pekerjaan pembongkaran tabat tersebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan.


Mengantisipasi Banjir dari Hulu

Persoalan banjir di kawasan Bati-Bati, Kurau, dan Bumimakmur memang memiliki karakteristik tersendiri. 

Selain dipengaruhi hujan lokal, wilayah tersebut juga menerima aliran air kiriman dari kawasan hulu, termasuk Banjarbaru dan wilayah Kiram, Kabupaten Banjar.

Karena itu, kelancaran saluran pembuangan menuju laut menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko genangan berkepanjangan pada musim penghujan. 

Melalui peninjauan langsung tersebut, Bupati H Rahmat ingin memastikan rangkaian pekerjaan normalisasi terus berjalan sehingga kapasitas aliran air semakin baik.

Pemerintah daerah berharap pembenahan infrastruktur pengendalian banjir ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi tingginya curah hujan pada musim penghujan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari langkah penanganan yang sebelumnya dilakukan melalui pembukaan saluran baru, pembangunan sodetan, serta normalisasi jalur air di kawasan rawan banjir.

(derapwaktu.com/banyulangit)