DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Suasana tenang di sebuah rumah di salah satu desa di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan.

Ini setelah seorang pria ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dapur rumahnya, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 16.15 Wita. 

Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Bati-Bati AKP Afianor menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, korban sempat beristirahat bersama istri (S), pada siang hari. 

Saat tertidur, S terbangun mendadak setelah mendengar suara benturan keras dari arah dapur.

"Ketika saksi menuju dapur, korban sudah dalam posisi tergantung. Saksi kemudian segera mengangkat korban ke lantai dengan harapan masih dapat diselamatkan," papar Afianor. 

Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk membawa korban ke Puskesmas Bati-Bati.

Namun, setelah diperiksa oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Bati-Bati, korban dinyatakan telah meninggal. 

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya bekas jeratan pada leher, sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka lain pada tubuh korban.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kematian. 

Dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan indikasi tindak pidana.

"Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Pelaihari untuk diserahkan kepada pihak keluarga," tambah AKP Afianor.

Korban diketahui berinisial HN (35), seorang pedagang yang berdomisili di Kabupaten Tanah Laut.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun orang-orang di sekitarnya. 

Dukungan emosional dan komunikasi yang baik dinilai penting untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.

(derapwaktu.com/dw1)