DERAPWAKTU.COM, KALSEL Perkembangan pencarian dan evakuasi penumpang Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa masih menyisakan kekhawatiran bagi keluarga, termasuk di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Dari sekian penumpang yang berada di Kapal Virgo Transport 8, sementara terkonfirmasi terdapat satu warga Kabupaten Tanah Laut, yakni MDN (23).
Namun hingga saat ini, belum diketahui secara pasti keberadaan maupun kondisi MDN. Apakah sudah ditemukan, berhasil dievakuasi, atau masih berada dalam pencarian, belum ada kepastian.
Informasi di lapangan juga masih dinamis. Pasalnya, proses penyelamatan melibatkan sejumlah kapal dan tidak seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa atau merapat ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 
Kondisi tersebut membuat informasi mengenai keberadaan sejumlah penumpang masih terus ditelusuri.
Dengan demikian, untuk sementara belum dapat dipastikan apakah MDN selamat, telah dievakuasi, atau masih dalam pencarian.
Informasi awal yang beredar sebelumnya menyebut MDN sebagai warga Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin.
Namun, setelah dikonfirmasi kepada Kepala Desa Pemalongan, H Sugianor, informasi tersebut diluruskan.
H Sugianor menjelaskan, MDN bukan warga Desa Pemalongan. MDN merupakan Sarjana Pendamping Desa yang mulai bertugas di Desa Pemalongan sejak beberapa bulan terakhir.
Keberadaan MDN di Desa Pemalongan berkaitan dengan tugasnya sebagai pendamping dalam membantu pemerintah desa menjalankan berbagai program pembangunan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, domisili MDN adalah warga Kota Pelaihari, berdomisli di wilayah Kelurahan Pelaihari. 
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga maupun masyarakat Tanah Laut masih menunggu kepastian mengenai keberadaan MDN.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan proses evakuasi terhadap penumpang Kapal Virgo Transport 8.
Derap Waktu terus memantau perkembangan informasi resmi mengenai kondisi MDN serta penumpang lainnya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Untuk sementara, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai kondisi korban dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
(derapwaktu.com/roy