DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Ketika kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, perlindungan terhadap kesehatan masyarakat menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.
Kondisi itu mendorong Perusahaan Daerah (PD) Baratala Tuntung Pandang bergerak melalui program Baratala Peduli.
Pada Selasa (8/9/2026), BUMD Kabupaten Tanah Laut yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi tersebut menyalurkan bantuan masker dan vitamin ke sejumlah sekolah serta posko bencana kebakaran di wilayah Tanah Laut.
Langkah tersebut diarahkan terutama untuk membantu melindungi pelajar, tenaga pendidik, dan masyarakat dari dampak paparan kabut asap yang muncul akibat kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.
Seperti diketahui, kabut asap kerap mendera wilayah permukiman terutama di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, yang berbatasan dengan kawasan Pengayuan, Kota Banjarbaru.
Kawasan perbatasan tersebut paling kerap terjadi karhutla karena masih banyak vegetasi yang didominasi hutan galam. Kabit asap pun beberapa kali mendera hingga sangat mengganggu akrivitas terutama saat pagi karena jarak pandang hanya 1-5 meter.
Bahkan pernah menyebabkan antrean panjang hingga sekitar lima kilometer ke arah Liang Anggang, Banjarbaru. Aktivitas belajar mengajar di sekolah (SD) di wilayah perbatasan setempat juga beberapa kali terdampak, jam masuk dimundurkan menunggu jarak pandang aman.
Masker menjadi perlindungan awal untuk mengurangi paparan asap, abu, dan partikel halus yang dapat terhirup. Sementara vitamin diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh masyarakat di tengah situasi udara yang kurang sehat.
Bagi pelajar, perhatian tersebut dinilai penting karena aktivitas pendidikan tetap berlangsung di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya terbebas dari kabut asap.
“Bantuan seperti ini sangat berarti, apalagi yang dibagikan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat saat kondisi asap sedang mengganggu,” ujar salah seorang warga Pelaihari yang mengapresiasi aksi sosial tersebut.
Warga lainnya berharap kepedulian serupa terus dilakukan dengan menyasar titik-titik yang masih terdampak kabut asap.
“Semoga bukan hanya masker dan vitamin, tetapi kepedulian seperti ini bisa terus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Anak-anak dan lansia memang harus mendapat perhatian lebih,” katanya.
PD Baratala Tuntung Pandang menyatakan program Baratala Peduli akan terus mengikuti perkembangan kondisi kebakaran dan kabut asap.
Bantuan diharapkan dapat menjangkau lokasi lain yang membutuhkan hingga kualitas udara kembali membaik.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peran BUMD tidak hanya berkaitan dengan aktivitas usaha, tetapi juga dapat hadir dalam situasi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui aksi sederhana berupa masker dan vitamin, PD Baratala Tuntung Pandang berupaya mengambil bagian dalam menjaga kesehatan masyarakat Tanah Laut di tengah ancaman kabut asap.
Kalangan warga mengapresiasi kegiatan tersebut. Pasalnya setidaknya hal tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial.
"Ada empati, tenggang rasa terhadap orang lain yang sedang dalam kondisi kesulitan," ucap Ahmadi, warga Pelaihari.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)