DERAPWAKTU.COM, MARTAPURA  — Cadangan air Bendungan Riam Kanan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai dijaga ketat menghadapi ancaman kemarau panjang. 

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor Riam Kanan sejak awal Juli 2026 mengurangi pengoperasian mesin dari dua unit menjadi satu unit.

Langkah itu dilakukan bukan karena gangguan mesin, melainkan sebagai strategi menghemat air agar cadangan bendungan tetap mampu menopang pasokan listrik hingga musim hujan kembali tiba.

Manager PLTAD Gunung Bamega, Reza Permana, mengatakan kondisi hidrologi di kawasan Riam Kanan saat ini cukup mengkhawatirkan. 

Sedimen Riam Kanan tercatat tidak memperoleh tambahan aliran air masuk atau inflow dari sungai selama lebih dari 40 hari.

“Karena inflow tidak ada selama lebih dari 40 hari, kita harus menjaga cadangan air yang tersisa,” ujar Reza kepada wartawan di Bukit Bintang Park and Resort, Karang Intan, Rabu (9/9/2026) siang.

Menurut dia, pengurangan operasi dari dua mesin menjadi satu unit telah diterapkan sejak awal Juli. 

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi periode kemarau yang berpotensi berlangsung lebih panjang.

Dengan pengoperasian satu unit, penggunaan air untuk pembangkitan dapat ditekan sehingga persediaan air bendungan tidak cepat terkuras.

Reza menegaskan, cadangan air yang masih tersedia saat ini diarahkan untuk dijaga keberlangsungannya. 

PLTA harus memperhitungkan kebutuhan pembangkitan sekaligus kondisi pasokan air yang belum menunjukkan pemulihan.

Kondisi ini membuat keberadaan hujan menjadi faktor penting. 

Semakin lama hujan tidak turun dan inflow sungai tetap minim, semakin besar kebutuhan untuk melakukan penghematan air.

Kondisi debit air Riam Kanan juga menjadi perhatian masyarakat. Kalangan warga berharap langkah penghematan yang dilakukan pengelola PLTA mampu menjaga ketersediaan energi listrik selama kemarau tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat.

Di tengah ancaman kemarau, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga penggunaan listrik secara bijak. 

Efisiensi konsumsi energi dinilai penting agar sistem kelistrikan tetap terjaga ketika sumber energi air menghadapi tekanan akibat minimnya curah hujan.

(derapwaktu.com/roy)