Ketua MUI Kabupaten Tanah Laut, KH Ahmad Syarifuddin Noor, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen MUI untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui dakwah yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan.
"Tugas MUI bukan hanya memberikan fatwa, tetapi juga membina umat agar memiliki pemahaman agama yang benar serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan bekal ilmu dan akhlak," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Sejak akhir Juni hingga Juli 2026, kegiatan telah dilaksanakan secara bertahap oleh Bidang Hubungan Antar Umat Beragama pada 24 Juni, Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat pada 4 Juli.
Lalu Bidang Fatwa pada 11 Juli, serta Bidang Perempuan dan Remaja pada 18 Juli. Sementara itu Bidang Pendidikan dan Kaderisasi yang diketuai Ustadz Ahmad Bahruni dijadwalkan menggelar pelatihan berikutnya pada Selasa besok.
Kegiatan selalu mendapat perhatian besar masyarakat seperti orientasi yang digelar Bidang Perempuan dan Remaja pada Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema "Peran Perempuan dalam Bingkai Rumah Tangga dan Membangun Generasi Penerus Masa Depan." Narasumber Hj Nurmilawati dari Pengurus MUI Provinsi Kalimantan Selatan.
Suasana kegiatan berlangsung hidup. Peserta aktif berdialog dengan narasumber, bahkan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan secara tepat.
Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk memperdalam wawasan keislaman, khususnya terkait peran strategis perempuan dalam membangun keluarga dan generasi yang berkualitas.
Semangat pembinaan itu akan berlanjut pada Selasa (21/7/2026) melalui Pendidikan dan Pelatihan Standardisasi Ustaz dan Ustazah Pondok Pesantren se-Kabupaten Tanah Laut yang digelar di Gedung IV Pondok Pesantren As Syuhada, Jalan Taqwa, Pelaihari.
Kegiatan ini ditargetkan diikuti sekitar 100 peserta. Ketua pelaksana H Ahmad Bahruni dari Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Tanah Laut menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya pendidik pesantren sekaligus memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam.
Tiga tokoh akan menjadi narasumber utama. Prof Dr H Mujiburrahman MA (Rektor UIN Antasari Banjarmasin) akan menyampaikan materi mengenai peran strategis pondok pesantren dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Narasumber kedua H Zairin Fanzani dari Kementerian Agama bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, membahas tata kelola administrasi pendidikan dan keagamaan pada pondok pesantren.
Sedangkan KH Ahmad Syarifuddin Noor akan mengulas sinergi MUI dan pondok pesantren dalam membangun peran yang produktif dan berkelanjutan.
KH Ahmad Syarifuddin Noor berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan para ustaz dan ustazah yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga mampu menjadi agen pembinaan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Apresiasi masyarakat pun mengalir. Nur Hidayat, warga Angsau, menilai program-program MUI Tanah Laut saat ini sangat positif karena menghadirkan pendidikan agama yang aplikatif.
"Yang saya lihat sekarang MUI semakin aktif turun ke masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan agar umat mendapat pemahaman agama yang benar dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru," katanya.
Hal senada disampaikan Marlina, warga Pelaihari. Menurutnya, konsistensi MUI menggelar kegiatan pembinaan layak mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.
"Semoga agenda seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa. Pembinaan yang dilakukan MUI bukan hanya menambah ilmu agama, tetapi juga memperkuat karakter masyarakat, terutama generasi muda," tuturnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)