Wakil Bupati Tanah Laut HM Muhammad Zazuli menilai kekuatan istighosah tidak hanya terletak pada doa yang dipanjatkan, tetapi juga pada kebersamaan yang terbangun di tengah masyarakat.
Menurutnya, manusia memang diwajibkan berikhtiar. Namun, setiap ikhtiar perlu disertai doa dan memohon petunjuk Allah SWT agar langkah yang ditempuh mendapat keberkahan.
“Sebesar apa pun ikhtiar yang kita lakukan, kita tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT,” ujarnya.
H Uli begitu Wabup Tala itu akrab disapa, mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai penguat ukhuwah Islamiyah.
Kebiasaan saling mendoakan, menjaga dan membantu sesama diharapkan tidak berhenti setelah majelis berakhir.
Ia juga berharap doa bersama tersebut membawa ketenangan bagi masyarakat, keberkahan bagi keluarga, serta keselamatan dan kemajuan bagi Desa
Sungai Jelai dan Kabupaten Tanah Laut.
Pesan itu sekaligus menempatkan istighosah sebagai bagian dari ikhtiar sosial. Sebab, persaudaraan yang kuat tidak hanya dibangun melalui pertemuan, tetapi juga melalui kepedulian ketika masyarakat menghadapi persoalan bersama.
Doa dan Kepedulian
Kepala Desa Sungai Jelai Joko menyampaikan kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan berbagai pihak.
Termasuk Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Karang Taruna bersama masyarakat turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting karena kegiatan keagamaan seperti istighosah dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana yang penuh kekeluargaan.
“Yang paling penting bukan hanya kegiatan malam ini, tetapi kebersamaan warga yang mudah-mudahan terus terjaga,” kata Joko.
Sejumlah warga menyambut positif pelaksanaan istighosah tersebut.
Salah seorang warga Sungai Jelai, Rahman, menilai kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali mempererat silaturahmi.
“Bukan hanya soal berdoa bersama. Kami bisa bertemu, bersilaturahmi dan saling mengingatkan untuk menjaga kerukunan,” ujarnya.
Senada, Siti, warga lainnya, berharap kebersamaan yang tercipta dalam majelis tersebut dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga setelah istighosah ini masyarakat semakin kompak dan saling membantu. Doa harus diikuti dengan perbuatan yang baik,” katanya.
Istighosah Akbar Sungai Jelai pun menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah desa bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kokohnya hubungan antarmasyarakat.
Malam itu, doa dipanjatkan bersama. Namun, pesan yang dibawa pulang jauh lebih luas: menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian dan menjadikan ikhtiar sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)