DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kehadiran 234 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Borneo Lestari di Kabupaten Tanah Laut (Tala) disambut positif oleh masyarakat.
Program pengabdian yang akan berlangsung selama satu bulan itu diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tapi juga mampu menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut secara resmi menerima penyerahan mahasiswa KKN-PPM Tahun Akademik 2026/2027 pada Senin (3/8/2026).
Sebanyak 234 mahasiswa akan disebar ke 31 desa di Kecamatan Takisung, Batu Ampar, dan Panyipatan dengan mengusung tema "Desa Sehat Berdaya, Inovasi Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal."
Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM H Achmad Taufik mengapresiasi kepercayaan Universitas Borneo Lestari yang kembali memilih Tanah Laut sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan modal penting dalam mendorong pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan lahirnya berbagai gagasan baru, khususnya di bidang kesehatan, gizi, tata kelola layanan, hingga penguatan ekonomi lokal.
Rektor Universitas Borneo Lestari, Dr Neni Widaningsih, menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
"KKN adalah proses belajar dua arah. Mahasiswa hadir bukan sebagai pihak yang paling tahu, melainkan sebagai mitra masyarakat yang mendengarkan kebutuhan, menghormati kearifan lokal, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar menjaga etika, menjunjung tinggi nama baik almamater, mampu beradaptasi dengan budaya setempat, serta menyusun program kerja yang realistis dan berdampak.
Tahun ini, peserta KKN terdiri atas 181 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, 30 mahasiswa S1 Administrasi Rumah Sakit, 16 mahasiswa S1 Gizi, dan tujuh mahasiswa S1 Manajemen.
Mereka ditempatkan di 11 desa di Kecamatan Takisung, 10 desa di Kecamatan Batu Ampar, dan 10 desa di Kecamatan Panyipatan.
Di tengah antusiasme tersebut, masyarakat turut menaruh harapan besar terhadap keberadaan para mahasiswa.
Siti Salasiah (42), warga Kecamatan Takisung, berharap mahasiswa dapat memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami masyarakat, terutama mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
"Semoga adik-adik mahasiswa bisa berbagi ilmu kepada masyarakat, terutama soal kesehatan keluarga dan gizi. Pengetahuan seperti itu sangat dibutuhkan di desa," katanya.
Harapan serupa disampaikan A Darmaji (36), warga Kecamatan Batu Ampar. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program formal, tetapi juga mampu menggali potensi ekonomi desa yang dapat dikembangkan bersama masyarakat.
"Semoga mereka membawa ide-ide baru yang bisa membantu usaha masyarakat berkembang. Kalau ada inovasi yang bisa diterapkan setelah KKN selesai, tentu manfaatnya akan lebih terasa," ujarnya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, pelaksanaan KKN-PPM diharapkan menjadi ruang lahirnya inovasi yang tidak berhenti pada masa pengabdian, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan desa di Kabupaten Tanah Laut.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)