DERAPWAKTU.COM, PURBALINGGA – Atmosfer kompetisi yang semestinya menjadi ajang sportivitas berubah menjadi ricuh pada laga Open Turnamen Danlanud Cup XXIV.
Pertandingan antara Andalas FC Kayuares dan Gama Adipasir diwarnai dugaan pengeroyokan terhadap wasit usai keputusan kontroversial memicu protes keras dari pemain dan ofisial.
Kericuhan terjadi pada Kamis (30/7/2026) di Stadion Garuda Manunggal atau Lapangan Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.
Insiden pecah menjelang pertandingan berakhir ketika sejumlah pihak tidak menerima keputusan wasit yang memimpin jalannya laga.
Informasi dihimpun dari berbagai sumber, wasit Ridho Bekti diduga menjadi korban pengeroyokan di tengah situasi yang memanas.
Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Keributan yang terjadi membuat jalannya turnamen terganggu.
Sejumlah penonton yang hadir pun dibuat terkejut dengan insiden yang mencoreng semangat fair play dalam dunia sepak bola amatir atau tarkam tersebut.
Menyikapi peristiwa tersebut, Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan sepak bola. Menurutnya, sportivitas harus tetap menjadi nilai utama dalam setiap pertandingan.
Sebagai langkah tegas sekaligus demi menjaga keamanan, Askab PSSI Purbalingga memutuskan menarik seluruh wasit beserta perangkat pertandingan dari Open Turnamen Danlanud Cup XXIV. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk protes atas insiden kekerasan yang menimpa salah satu perangkat pertandingan.
Selain itu, Askab PSSI Purbalingga memastikan kasus tersebut akan diproses melalui mekanisme yang berlaku. Apabila laporan resmi telah diterima, perkara dugaan kekerasan terhadap wasit akan diteruskan kepada Komite Disiplin untuk dilakukan pemeriksaan dan penjatuhan sanksi sesuai regulasi yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kompetisi sepak bola tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang menjunjung tinggi sportivitas, menghormati keputusan perangkat pertandingan, dan menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat di lapangan.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)