Di sisi lain, ia justru mulai sering mencuri perhatian di arena olahraga.
Pickleball menjadi salah satu panggung yang kini sedang ditekuninya. Bersama Adzkia Ramadhani, belum lama ini Syahna berhasil mengukir prestasi meski belum mampu bediri di podium teratas.
Syahna meraih posisi juara tiga bersama nomor ganda pada Kejuaraan Pickleball se-Kalimantan Selatan di Gedung Exco Badminton Center Banjarmasin, 4-6 September 2026.
Bukan gelar juara pertama memang. Namun bagi Syahna, podium tersebut tetap terasa istimewa.
Apalagi persaingan berlangsung ketat. Para peserta datang dengan kemampuan dan teknik masing-masing, membuat setiap pertandingan menjadi pertarungan untuk menunjukkan siapa yang paling siap.
Kejuaraan itu sendiri diikuti 134 peserta dalam tiga kategori.
Pada kategori pelajar, terdapat 49 peserta yang terdiri dari 25 putra, sembilan putri dan 14 campuran.
Syahna mampu melewati persaingan tersebut dan pulang membawa prestasi.
“Alhamdulillah senang banget. Dukungan kepala sekolah, guru-guru, teman-teman semua begitu luar biasa,” kata Syahna.
Kebahagiaan Syahna bertambah ketika prestasinya mendapat apresiasi berupa rasa bangga dan dukungan penuh dari sekolah.
Pada upacara Senin (7/9/2026), sertifikat prestasi pada ajang pickleball tersebut diperlihatkan bersama Kepala SMPN 1 Pelaihari, Raden Jaka Sarjana Dwijayanta.
Tepuk tangan guru dan para siswa pun membahana.
Bagi Syahna, momen tersebut bukan sekadar penghargaan. Ada rasa bangga sekaligus dorongan untuk membuktikan bahwa capaian di lapangan bukan hasil akhir.
Justru sebaliknya, support moril tersebut menjadi pemicu untuk berlatih lebih tekun.
Anak ketiga dari empat bersaudara ini ingin terus mengasah kemampuan agar prestasi berikutnya bisa lebih tinggi.
“Ini membuat saya makin semangat untuk latihan dan meningkatkan skill,” ujarnya.
Semangat itu pula yang membuat Syahna tak ingin berhenti di pickleball.
Ia kini sedang mempersiapkan diri menghadapi pertandingan tenis lapangan di Banjarmasin, yang dijadwalkan mulai 25 September 2026.
Dua olahraga dengan karakter berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan konsentrasi, kecepatan dan mental bertanding.
Sebagai informasi, pada ajang pickleball tersebut, adik kelasnya yaitu Nada Arundati Sumirat juga meraih prestasi dan lebih moncer yakni juara pertama.
Belia ini sejak semasa kecil memang telah intens menekuni dunia olahraga khususnya tenis lapangan sehingga skillnya melampaui usianya.
Prestasi terbaru Syahna di Banjarmasin tersebut bukanlah cerita pertamanya dengan prestasi.
Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalsel di Tanah Laut pada 2025 lalu, ia juga menjadi bagian dari atlet pickleball Tala dan berhasil meraih medali meski baru mampu meraih perunggu.
Pengalaman tersebut menjadi modal baginya untuk terus berkembang. Maklum, ia terjun ke dunia olahraga belum begitu lama, sekitar tiga tahun lalu
Bagi seorang pelajar, perjalanan dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya bukan hanya soal menang dan kalah.
Ada proses membangun keberanian, disiplin, kemampuan mengendalikan emosi hingga belajar menerima hasil pertandingan.
Syahna tampaknya sedang menikmati proses tersebut.
Dari Layar ke Lapangan
Menariknya, aktivitas Syahna tidak hanya berhenti di dunia olahraga.
Ia juga seorang penari, khususnya tari Banjar dan tari kreasi.
Kemampuan seni itu kemudian membawanya ke pengalaman berbeda: tampil dalam film When Love Calls From the Bottom of Borneo yang dibintangi aktor nasional Marcel Chandrawinata.
Film yang diproduksi tahun 2023 tersebut menjadi bagian dari promosi wisata dan budaya Tanah Laut.
Dengan begitu, Syahna seperti memiliki beberapa panggung sekaligus. Lapangan pickleball, arena tenis, panggung tari hingga layar film.
Namun, di balik beragam aktivitas itu, ada satu hal yang sama: keberanian untuk terus belajar dan mencoba.
Bagi Rahmi Royani, ibunda Syahna, support sekolah menjadi bagian penting dalam perjalanan putrinya.
Ia mengaku senang ketika melihat prestasi Syahna dihargai di lingkungan sekolah.
“Sebagai orangtua, sangat senang dengan dukungan penuh yang diberikan pihak sekolah. Itu penting untuk mendongkrak semangat anak agar kian giat berlatih,” kata Rahmi.
Menurutnya, dukungan seperti itu tidak hanya memberikan kebanggaan, tetapi juga menyentuh sisi psikologis anak.
Ketika perjuangan mereka mendapatkan penghargaan, anak akan merasa apa yang dilakukan dihargai dan terdorong untuk berbuat lebih baik.
Syahna pun kini kembali menatap tantangan berikutnya.
Pickleball sudah memberinya podium. Tenis lapangan menunggu untuk ditaklukkan.
Dunia seni dan film pun menjadi pengalaman lain yang terus memperkaya langkahnya.
Bagi Syahna, gemerlap bukan tentang seberapa banyak panggung yang dimiliki.
Tetapi tentang bagaimana setiap panggung menjadi tempat untuk belajar, berlatih dan tumbuh. Dan, perjalanan itu masih panjang.
(derapwaktu.com/adh)
Komentar (0)