Kondisi itu memicu kekecewaan warga yang selama ini aktif menjaga lingkungan. Mereka menilai masih ada oknum yang sengaja membuang sampah secara sembunyi-sembunyi sehingga kawasan yang sempat bersih kembali dipenuhi kantong-kantong sampah rumah tangga.
Yang lebih memprihatinkan, plang imbauan larangan membuang sampah yang sebelumnya dipasang pemerintah terlihat roboh.
Warga menduga plang tersebut sengaja dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab agar aktivitas membuang sampah liar kembali leluasa dilakukan.
Padahal sebelumnya pemerintah daerah melalui UPT terkait telah beberapa kali melakukan pembersihan.
Satpol PP Kabupaten Tanah Laut juga pernah turun ke lokasi untuk memberikan peringatan sekaligus memasang kembali plang larangan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.
Namun, berbagai upaya tersebut belum mampu mengubah perilaku sebagian oknum yang masih nekat menjadikan ruas jalan tembus tersebut sebagai tempat pembuangan sampah liar.
Salah seorang warga sekitar, Alamsyah mengaku geram melihat kondisi itu kembali terulang.
"Kami capek melihatnya. Sudah dibersihkan berkali-kali, dipasang plang larangan, tapi masih saja ada yang membuang sampah di sini. Kalau terus begini, usaha warga dan pemerintah jadi sia-sia," ujarnya.
Ia kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sadar pentingnya kebersihan lingkungan. Tak cukup berharap pada pemerintah, masyarakat harus turut turun tangan bahu-membahu menjaga kebersihan.
Cara paling gampang yakni mendisiplinkan diti untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi di tempat yang bukan menjadi lokasi pembuangan sampah seperti di tepi jalan tembus di kawasan belakang Kuburan Muslimin Pelaihari tersebut.
Menurutnya ketegasan sikap sudah saatnya diberlakukan. Apabila orang yang bandel dan masih saja membuang sampah di lokasi terlarang itu, maka perlu diberi sanksi keras.
Senada, warga lainnya, Nur Aisyah, berharap pemerintah tidak hanya memasang plang, tetapi juga meningkatkan pengawasan agar pelaku membuang sampah sembarangan dapat ditindak.
"Kalau perlu dipasang kamera pengawas atau dilakukan patroli rutin. Sayang sekali jalan yang sudah bersih kembali kotor karena ulah segelintir orang yang tidak peduli lingkungan," katanya.
Warga berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat karena persoalan sampah bukan hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, menjadi sarang penyakit, hingga mencemari kawasan permukiman.
Masyarakat juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut serta bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah disediakan pemerintah.
Termasuk plang peringatan yang dipasang sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Dengan kepedulian bersama, kawasan di belakang Kuburan Muslimin Pelaihari diharapkan tidak lagi menjadi langganan tempat pembuangan sampah liar.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)