DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza hitam di Jalan A Yani, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Jumat (10/7/2026) dini hari, tak hanya menyita perhatian karena menewaskan satu orang.
Foto-foto dari lokasi kejadian yang beredar di berbagai grup WhatsApp juga memunculkan tanda tanya.
Perhatian warganet tertuju pada sebuah pelat nomor berwarna merah yang terlihat berada di dalam mobil.
Sementara kendaraan yang mengalami kecelakaan justru menggunakan pelat nomor hitam.
Temuan itu memicu berbagai spekulasi. Sebagian anggota grup menduga Avanza tersebut merupakan mobil dinas karena pelat merah identik dengan kendaraan operasional pemerintah.
Pelat tersebut huruf depannya DA dan empat angka. Huruf bagian belakangnya: LL.
Menanggapi kabar yang ramai diperbincangkan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tanah Laut, M Darmin, menegaskan pelat merah tersebut bukan milik kendaraan dinas Pemkab Tanah Laut.
"Hasil pengecekan kami, itu pelat kendaraan operasional UPP Provinsi Kalsel, bukan kendaraan milik Pemkab Tala," kata Darmin saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, kendaraan operasional tersebut memang pernah dibeli menggunakan anggaran Pemkab Tanah Laut untuk menunjang pelayanan UPP Pendapatan Provinsi di Pelaihari.
Namun, hal itu sudah berlangsung sejak lama dan status asetnya kini berada di bawah UPP Provinsi Kalimantan Selatan.
Sebelumnya diberitakan, Toyota Avanza hitam mengalami kecelakaan tunggal setelah diduga menabrak pohon kasturi di tepi Jalan A Yani sekitar pukul 04.30 Wita.
Satu orang dilaporkan meninggal, sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Tanah Laut.
Dengan adanya penjelasan tersebut, spekulasi yang berkembang di media sosial mengenai dugaan mobil dinas milik Pemkab Tanah Laut terlibat dalam kecelakaan dipastikan tidak benar.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)