Aksi sosial tersebut digelar mulai sekitar pukul 07.00 Wita dan berlangsung kurang lebih satu jam.
Para anggota My Darling turun langsung ke tepi jalan membagikan masker kepada pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di tengah kondisi jalan yang mulai diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pantauan di lokasi, para pengendara tampak antusias menerima masker yang dibagikan.
Sejumlah pengendara bahkan langsung mengenakannya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pelaihari maupun Banjarmasin.
Kegiatan tersebut turut didukung sejumlah pihak. Di antaranya komunitas Forsa, Fahmi Ummi Tanah Laut, Emergency ERG, jajaran Pemerintah Desa Pulasari dan Pemerintah Desa Gunung Raja, Karang Taruna Kecamatan Bumi Makmir, serta jajaran pengurus dan anggota Karang Taruna Kabupaten Tanah Laut.
Ketua MPAI My Darling , Muhammad Khaidir, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk respons cepat organisasinya terhadap kondisi kabut asap yang mulai berdampak pada jalur transportasi vital Pelaihari–Banjarmasin.
Menurutnya, kondisi asap di sekitar badan jalan dinilai berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang harus melintasi kawasan tersebut.
“Ini bentuk responsif kami melihat kondisi karhutla yang mulai menimbulkan asap dan menyelimuti jalan raya. Kami memandang perlu membagikan masker untuk setidaknya mengurangi risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat yang melintas,” ujar Khaidir.
Dalam aksi tersebut, sedikitnya 1.500 piece (lembar) masker dibagikan kepada para pengguna jalan.
Masker tersebut disediakan secara mandiri oleh My Darling sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Khaidir menambahkan, kegiatan serupa tidak menutup kemungkinan kembali dilakukan dalam beberapa waktu ke depan. Pelaksanaannya akan menyesuaikan perkembangan kondisi asap dan situasi di lapangan.
“Kami akan melihat perkembangan kondisi ke depan. Kalau memang situasi masih membutuhkan, kegiatan seperti ini akan kami lanjutkan,” katanya.
Salah seorang pengendara roda dua, Syahrin, warga Liang Anggang, mengaku terbantu sekaligus mengapresiasi aksi tersebut.
Saat itu, ia sedang dalam perjalanan menuju Kota Pelaihari. Pedagang ini semringah mendapat masker gratis.
“Senang dapat masker gratis. Kepedulian seperti ini sangat positif karena membantu masyarakat yang melintas di kawasan berasap,” ujar Syahrin.
Menurutnya, paparan asap di perjalanan tidak bisa dianggap sepele, terutama bagi masyarakat yang memiliki kondisi daya tahan tubuh rendah.
“Kalau terus terpapar asap, tentu ada risiko gangguan pernapasan seperti ISPA, terutama bagi orang yang imunitasnya rendah. Jadi pembagian masker seperti ini sangat membantu,” tuturnya.
Aksi My Darling tersebut menjadi bentuk kepedulian langsung masyarakat sipil terhadap dampak karhutla.
Di tengah kabut asap yang mulai mengganggu kenyamanan pengguna jalan, selembar masker menjadi perlindungan sederhana namun berarti bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas dan melintasi jalur vital Pelaihari–Banjarmasin.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)