DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Kebutuhan air bersih warga Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, di tengah musim kemarau masih tinggi.

Hal itu terlihat dari antrean permintaan air bersih gratis yang harus dilayani hingga beberapa hari.

Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Tanah Laut mencatat distribusi air bersih gratis kini telah mendekati 500 tandon sejak layanan kembali berjalan pada musim kemarau tahun ini.

Ketua Lazismu Tala, Abdul Haris, mengatakan angka tersebut terus bertambah seiring masuknya permintaan dari masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal itu disampaikannya saat ditemui Selasa (29/9/2026) di sela aktivitas mengantarkan air bersih ke Kompleks Citra Indah Permai (CIP), Desa Atu-Atu, Kecamatan Pelaihari.

“Hingga saat ini sudah hampir 500 tandon volume 1.200 liter,” ujar Abdul Haris.

Menurutnya, dalam sehari pihaknya rata-rata melakukan 15 hingga 21 kali pengantaran air bersih, terutama di kawasan sekitar Kota Pelaihari.

Tingginya permintaan membuat warga yang baru mendaftar harus menunggu sekitar empat hari sebelum mendapatkan giliran pengantaran.

“Rata-rata sehari yang daftar pesan sekitar 20 orang,” katanya.

Abdul Haris menjelaskan, layanan tersebut didukung dua unit armada pengangkut air. Namun, saat ini satu unit armada menjadi kendaraan yang beroperasi penuh untuk memenuhi permintaan warga.

Aktivitas pengantaran bahkan dimulai sejak pagi.

“Pukul 06.30 Wita sudah standby siap pengantaran dan kadang hingga pukul 21.00 Wita,” ungkapnya.


Permintaan Tinggi, Antrean Terus Bergerak

Antrean hingga empat hari menjadi gambaran bahwa kebutuhan air bersih di tengah kemarau masih menjadi persoalan bagi sebagian warga.

Abdul Haris menyebut jumlah permintaan yang masuk melalui dirinya saja rata-rata mencapai sekitar 20 orang setiap hari. Jumlah tersebut belum termasuk permintaan yang dilayani melalui rekan-rekan Lazismu lainnya.

“Itu yang lewat saya, belum lagi yang lewat rekan kami pada armada satunya lagi,” paparnya.

Dengan pola pelayanan tersebut, Lazismu Tala terus berupaya mengatur antrean agar distribusi dapat dilakukan secara bergiliran kepada warga yang membutuhkan.

Layanan air bersih gratis ini sendiri bukan kegiatan baru bagi Lazismu Tala. 

Abdul Haris mengatakan aksi tersebut telah berlangsung selama empat tahun terakhir, khususnya sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat ketika musim kemarau menyebabkan sebagian sumber air warga mengalami kekeringan.

Ia mengatakan kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan upaya sederhana untuk membantu sesama.

“Berbuat untuk sesama, mudah-mudahan bermanfaat,” tuturnya.

Dari 380 Menjadi Hampir 500 Tandon

Sebelumnya, hingga Sabtu (26/9/2026) atau hari ke-28 pelaksanaan layanan, Lazismu Tala mencatat telah menyalurkan 380 tandon air berkapasitas 1.200 liter secara gratis kepada warga terdampak kemarau.

Dalam perkembangan terbaru per Selasa (29/9/2026), jumlah tersebut telah meningkat menjadi hampir 500 tandon.

Kenaikan jumlah distribusi dalam beberapa hari terakhir sekaligus menunjukkan layanan masih terus bergerak mengikuti permintaan masyarakat.

Bagi warga yang membutuhkan pasokan air bersih, Lazismu Tala membuka layanan dengan mekanisme sederhana. 

Warga cukup menyampaikan informasi dan alamat lokasi yang membutuhkan pasokan air untuk kemudian dimasukkan dalam daftar antrean.

Air selanjutnya diantar langsung hingga ke wadah yang telah disiapkan warga.

Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, aktivitas pengantaran sejak pagi hingga malam tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Tala masih membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

(derapwaktu.com/roy)