Suasana itu mewarnai pembukaan Kemah Karya Bakti Wisata (KKBW) Karang Taruna XXXVII Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, Jumat (25/9/2026).
Di balik rangkaian kegiatan dan kemeriahan pertemuan tersebut, terselip pesan sederhana: kegiatan kepemudaan akan memiliki arti ketika pengalaman yang diperoleh tidak berhenti di lokasi kemah, tetapi dibawa pulang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Kalsel Adi Santoso mengatakan, perjalanan KKBW yang telah memasuki pelaksanaan ke-37 menunjukkan panjangnya komitmen Karang Taruna sebagai wadah generasi muda.
Menurutnya, KKBW seharusnya menjadi ruang untuk saling belajar, bertukar pengalaman, meningkatkan keterampilan dan melahirkan gagasan yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Sebab, Karang Taruna tumbuh di tengah masyarakat dan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial.
“Karang Taruna bukan hanya tempat berkumpulnya anak-anak muda. Lebih dari itu Karang Taruna dapat menjadi penggerak kegiatan sosial kepemudaan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha ekonomi produktif di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Takisung Mempertemukan Banyak CeritaBagi Tanah Laut, menjadi tuan rumah KKBW XXXVII bukan sekadar menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan tingkat provinsi.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli menyampaikan kebanggaannya karena daerah ini dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan KKBW.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk membangun karakter, memperkuat kepedulian sosial dan mempererat kebersamaan dengan Karang Taruna dari berbagai daerah.
Peserta juga diajak mengenal lebih dekat kawasan wisata Pantai Takisung. Tidak hanya menikmati suasananya, tetapi juga ikut menjaga kebersihan, kelestarian dan ketertiban lingkungan.
Di titik inilah kegiatan tersebut bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.
Pasalnya, lingkungan bukan hanya tempat berlangsungnya sebuah acara. Lingkungan adalah ruang hidup yang setiap hari digunakan masyarakat dan menjadi bagian dari masa depan generasi muda itu sendiri.
Hendra, warga Tanah Laut, berharap pertemuan para pemuda tersebut dapat menumbuhkan kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar.
“Yang penting semangat kebersamaan dan kepedulian itu jangan berhenti setelah kegiatan selesai. Mudah-mudahan bisa dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Sementara Rahma, warga Tanah Laut lainnya, melihat kegiatan seperti KKBW sebagai kesempatan bagi anak muda untuk belajar memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat.
“Anak-anak muda memang perlu diberi ruang untuk berkegiatan dan belajar. Harapannya, mereka semakin peduli kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Pada akhirnya, KKBW XXXVII bukan hanya tentang siapa yang datang ke Takisung atau berapa banyak kegiatan yang berlangsung.
Ada pesan yang jauh lebih sederhana: anak-anak muda datang membawa pengalaman, lalu pulang dengan harapan bisa berbuat sesuatu untuk orang lain.
Dari sebuah kemah di tepi pantai, kepedulian itu diharapkan tumbuh—kemudian dibawa kembali ke kampung, ke lingkungan dan kepada masyarakat yang setiap hari menjadi tempat Karang Taruna bertumbuh.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)