DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Krisis air bersih yang dirasakan sebagian warga Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, di tengah musim kemarau saat ini mendapat perhatian dari Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Tala.

Mereka menyalurkan air bersih kepada warga Pelaihari. Sebagai informasi, sebagian warga di daerah ini sejak beberapa pekan silam kesulitan air bersih karena sumur gali yang menjadi sumber utama air bersih untuk keluarga telah kering.

Banyak warga di daerah ini, termasuk di Kota Pelaihari yang mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air bersih untuk kebutuham hidup sehari-hari. Harga air bersih 1 tandon volume 1.200 liter sekitar Rp 60-70 ribu.

Kondisi tersebut direspons Lazismu Tala dengan gerak cepat menyalurkan air bersih secara cuma-cuma kepada warga yang membutuhkan. 

Hingga hari ke-28 pelaksanaan layanan pada Sabtu kemarin, Lazismu Tala telah menyalurkan ratusan tandon air berkapasitas 1.200 liter secara gratis kepada warga yang terdampak kemarau.

Ketua Lazismu Kabupaten Tanah Laut, Abdul Haris, mengatakan pelayanan air bersih gratis tersebut kembali dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, sampai hari ke-28 kemarin sudah 380 tandon ukuran 1.200 liter yang kami salurkan,” kata Abdul Haris, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan pelayanan air bersih gratis ini bukan kali pertama dilakukan. Lazismu Tala telah melaksanakannya selama tiga kali musim kemarau sebagai respons terhadap kebutuhan warga.

Abdul Haris menjelaskan, warga yang membutuhkan bantuan air bersih tidak perlu melalui prosedur yang rumit. Warga cukup menghubunginya dan menyampaikan alamat lokasi yang membutuhkan pasokan air.

“Caranya tinggal kabari saya, kasih alamat. Nanti saya masukkan dalam daftar antrean. Sampai waktunya kami hubungi dan air kami antar sampai ke wadah yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Layanan tersebut menjadi salah satu bentuk aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang sumber airnya mulai mengering atau kesulitan memperoleh air bersih selama kemarau.


Warga: Air Bukan Sekadar Bantuan

Apresiasi datang kalangan warga Tala,  salah satunya Rahmad, warga Pelaihari. Ia menilai kepedulian Lazismu Tala melalui distribusi air bersih gratis merupakan aksi nyata di tengah persoalan krisis air yang kini dirasakan sebagian masyarakat.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu karena air merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda.

“Saya mengapresiasi dan salut kepada Lazismu Tala yang peduli dan melakukan aksi nyata membantu masyarakat di tengah krisis air bersih seperti sekarang,” ujar Rahmad.

Pekerja swasta ini mengatakan, bantuan air bersih sangat bermanfaat bagi warga. Sebab, ketika harus membeli sendiri, pengeluaran untuk mendapatkan air dapat mencapai puluhan ribu rupiah.

“Air itu sumber kehidupan. Bantuan seperti ini sangat membantu warga. Kalau harus membeli, tentu perlu uang puluhan ribu,” katanya.

Bagi Rahmad, distribusi air gratis tersebut bukan hanya soal jumlah tandon yang disalurkan, tetapi juga tentang hadirnya kepedulian ketika masyarakat menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.

(derapwaktu.com/roy)