DERAPWAKTU.COM , PELAIHARI – Distribusi air bersih PT Air Minum (PTAM) Berkah Banua Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, masih belum sepenuhnya normal hingga Selasa (30/6/2026) pagi.
Sejumlah pelanggan di kawasan pinggiran Kota Pelaihari, termasuk Kompleks CiP, Desa Atu-Atu, mengaku masih belum mendapatkan pasokan air sejak aliran terhenti pada Senin siang.
Akibatnya, aktivitas sehari-hari warga terganggu. Mereka terpaksa mencari air ke rumah kerabat maupun tetangga untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, hingga memasak.
Salah seorang pelanggan di Kompleks CiP, Haryanto, mengatakan air di rumahnya belum juga mengalir hingga pagi ini.
"Sejak semalam sampai pagi ini belum ada air sama sekali. Terpaksa numpang mandi ke rumah teman. Sangat merepotkan karena air adalah kebutuhan utama setiap hari," ujarnya.
Ia berharap gangguan tersebut segera ditangani sehingga distribusi air kembali normal.
"Kami berharap penanganannya bisa cepat selesai. Jangan sampai terlalu lama karena aktivitas masyarakat sangat bergantung pada air bersih," katanya.
Sebelumnya, pada Senin, PTAM Berkah Banua menyebarkan pengumuman kepada pelanggan mengenai adanya gangguan distribusi air.
Pada flayer digital itu, pihak PTAM Berkah Banua mencantumkan nomor kontak call center pengaduan bagi pelanggan.
Dalam pengumuman yang disebarluaskan di ruang publik itu dijelaskan perusahaan sedang melaksanakan pekerjaan wash out atau pengurasan jaringan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bajuin.
Langkah itu dilakukan guna mengatasi kondisi air baku yang keruh sekaligus menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.
Wilayah yang terdampak meliputi Bajuin, Ketapang, Tirta Jaya, Atu-Atu, Sarang Halang dan sekitarnya.
Namun, pengumuman tersebut tidak mencantumkan jadwal pasti kapan penghentian distribusi dimulai maupun estimasi kapan layanan kembali normal.
Kondisi itu membuat banyak pelanggan mengaku kesulitan memperkirakan persediaan air di rumah masing-masing.
Saat dikonfirmasi Selasa pagi, operator layanan pengaduan PTAM Berkah Banua, mengatakan berdasarkan informasi dari tim teknis, distribusi air sebenarnya sudah mulai dijalankan secara bertahap sejak sekitar pukul 07.00 Wita.
Meski demikian, tekanan air belum maksimal sehingga wilayah yang letaknya lebih jauh dari instalasi maupun pompa intake diperkirakan baru mulai menerima aliran sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 Wita.
"Yang dekat dengan intake di wilayah Bajuin, seperti Desa Tirrtajaya, pagi ini sudah mulai mengalir. Sedangkan wilayah yang lebih jauh memang masih bertahap karena tekanan belum maksimal," jelasnya.
Diterangkan, gangguan terjadi akibat tingkat kekeruhan air Sungai Tabanio di kawasan intake Desa Bajuin meningkat drastis.
Kondisi tersebut membuat proses pengolahan air membutuhkan upaya penjernihan yang lebih besar dari biasanya sehingga dilakukan pembersihan jaringan.
Selain itu, proses pemulihan juga sempat terkendala adanya kerusakan pada pompa intake. Kerusakan tersebut telah diperbaiki dan sejak pagi instalasi kembali beroperasi.
"Pompa intake sudah selesai diperbaiki dan sudah mulai beroperasi kembali. Sekarang distribusi sedang dilakukan secara bertahap sampai tekanan air kembali normal di seluruh wilayah layanan," pungkas petugas call center PTAM Berkah Banua.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)