Revitalisasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 2025 dengan penataan kawasan dan pelebaran pedestrian melalui pemunduran jalur pejalan kaki sehingga tercipta ruang yang lebih luas.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada 2026 dengan pemasangan lantai keramik serta pagar dekoratif berwarna kuning keemasan yang memperkuat kesan modern dan elegan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH) Kabupaten Tanah Laut, Gusti Dwi Erzansi Kasuma, mengatakan konsep penataan tersebut mengedepankan fungsi ruang publik yang nyaman sekaligus memiliki nilai estetika.
"Selain mempercantik kawasan depan Balairung Tuntung Pandang, kami juga ingin menghadirkan ruang yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan-kegiatan positif," paparnya, Rabu (22/7/2026).
Misalnya berupa pertunjukan musik akustik, pembacaan puisi (deklamasi) atau musikalissi puisi serta aktivitas kreatif lainnya, terutama saat akhir pekan.
Menurutnya, keberadaan ruang terbuka seperti ini diharapkan mampu menjadi titik interaksi baru bagi masyarakat sekaligus mendukung berkembangnya komunitas seni dan ekonomi kreatif di Kabupaten Tanah Laut.
Warga Pelaihari, Nirmala, menyambut baik hadirnya ruang publik baru tersebut. Ia menilai kawasan pusat kota kini terlihat lebih tertata dan memiliki daya tarik yang lebih kuat dibanding sebelumnya.
"Kalau nanti rutin diisi kegiatan seni atau hiburan ringan, suasana Kota Pelaihari pasti semakin hidup. Masyarakat juga punya tempat yang nyaman untuk menikmati waktu bersama keluarga," katanya.
Pendapat serupa disampaikan M Zuri. Menurutnya, penataan pedestrian menjadi langkah positif dalam membangun identitas kota yang ramah bagi pejalan kaki sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk berkarya.
"Semoga fasilitas ini terus dirawat bersama. Akan lebih menarik lagi jika ada agenda rutin yang melibatkan komunitas lokal sehingga kawasan ini benar-benar menjadi pusat aktivitas masyarakat," ujarnya.
Dengan konsep yang menggabungkan unsur keindahan, kenyamanan, dan fungsi sosial, pedestrian Balairung Tuntung Pandang diharapkan berkembang menjadi salah satu ikon ruang publik baru di Kota Pelaihari, sekaligus menjadi magnet aktivitas warga dan destinasi favorit pada sore hingga akhir pekan.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)