DERAPWAKTU.COMBANJARBARU,  — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat  melanda kawasan Pengayuan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (21/8/2026) siang.
Kondisi itu mengganggu jalur utama Tanah Laut–Banjarbaru. Pasalnya, saputan asap tergolong sangat tebal dan temperatur udara yang sangat panas.

Peristiwa tersebut mulai terlihat sekitar pukul 14.30 Wita. Api membakar vegetasi di sisi kanan dan kiri jalan poros, sementara asap yang terbawa angin menyelimuti badan jalan.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi ketika asap turun hingga menutup jarak pandang pengendara. 

Ruas Jalan A Yani yang merupakan jalur utama menuju Banjarmasin pun berubah menjadi lintasan dengan pandangan sangat terbatas.

Yanti, warga Tanah Laut yang bermukim di sekitar perbatasan Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, dengan wilayah Pengayuan, Banjarbaru, mengatakan asap kembali sangat tebal.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak terhadap arus lalu lintas. Antrean kendaraan mulai muncul karena pengendara harus mengurangi kecepatan saat memasuki kawasan yang diselimuti asap.

“Memang asapnya sangat tebal. Lalu lintas juga mulai terganggu ,” ujar Yanti.

Ia mengatakan sebagian pengendara tetap nekat menerobos kepulan asap. Namun, sejumlah pengendara memilih mengurungkan perjalanan dan mencari jalur alternatif karena jarak pandang dinilai terlalu berbahaya.

Kondisi tersebut juga mendapat perhatian relawan dan warga yang berada di sekitar lokasi. 

Mereka mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri melintas apabila asap terlalu pekat.

Bahkan, sejumlah pengendara yang mendapati kondisi jalan sudah sangat gelap oleh asap memilih balik arah untuk mencari jalur alternatif demi menghindari risiko kecelakaan.

Yanti menyebut titik dengan kepulan asap paling pekat berada sekitar satu kilometer dari Tugu Perbatasan Tanah Laut–Banjarbaru ke arah Liang Anggang.

Situasi ini kembali menunjukkan bahwa karhutla di kawasan tersebut bukan hanya persoalan kebakaran vegetasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan.

Asap pekat yang menutupi jalan dapat membuat jarak pandang pengendara turun drastis. 

Selain berisiko memicu kecelakaan, paparan asap juga dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan pengguna jalan.

Pengendara yang hendak melintasi jalur Tanah Laut–Banjarbaru menuju Banjarmasin diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, dan tidak memaksakan diri menerobos apabila jarak pandang sudah terlalu terbatas.

Jika kondisi tidak memungkinkan, mencari tempat aman atau menggunakan jalur alternatif menjadi pilihan yang lebih selamat dibandingkan mempertaruhkan keselamatan di tengah kepulan asap karhutla.

(derapwaktu.com/dw1)