Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut membuat jarak pandang pengendara turun drastis.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga membuat sebagian pengendara terkejut karena harus menghadapi kabut pekat secara tiba-tiba.
Salah satunya Supiani. Pengendara roda dua tersebut mengaku kaget ketika baru melintas dari arah Tanah Laut menuju Banjarmasin dan mendapati kondisi jalan diselimuti kabut asap tebal di wilayah Pandahan ke arah Liang Anggang, Banjarbaru.
Warga Pabahanan, Pelaihari, ini saat itu hendak menuju Pasar Pal 8, Kabupaten Banjar, hendak belanja di pasar pagi di arah ke Kota Banjarmasin tersebut.
Namun, perjalanan yang biasanya dapat ditempuh dengan lancar harus dilakukan lebih pelan karena jarak pandang terbatas.
“Terkejut juga pas baru lewat. Asapnya tebal sekali, jadi perjalanan terganggu dan harus pelan-pelan,” ujar Supiani.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati. Kendaraan di depan sulit terlihat dengan jelas sehingga kecepatan tidak bisa dipacu seperti biasanya.
Situasi serupa juga dirasakan Yanti, warga sekaligus relawan yang tinggal persis di kawasan Tugu Perbatasan Tala-Banjarbaru, Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati.
Yanti mengatakan kabut asap sudah sangat tebal sejak pagi. Bahkan, jarak pandang di depan rumahnya disebut hanya sekitar satu meter.
“Hingga pukul 09.00 Wita masih tebal. Pengendara juga masih bergerak cukup pelan,” tuturnya.
Menurut Yanti, kabut asap mulai mencapai puncak ketebalan sekitar pukul 06.30 Wita. Kondisi separah itu baru terjadi hari ini, sedangkan sehari sebelumnya kabut asap memang sudah ada tetapi belum setebal sekarang.
Ia juga menyebut kabut semakin tebal ketika bergerak ke arah Banjarbaru, khususnya kawasan Liang Anggang. Antrean kendaraan pun terlihat memanjang di jalur tersebut.
Kondisi kabut asap tebal ini membuat pengguna jalan harus menghadapi dua persoalan sekaligus: jarak pandang yang sangat terbatas dan antrean kendaraan yang mengular.
Yanti mengimbau pengendara agar tidak memaksakan kecepatan selama kabut asap masih tebal.
“Kalau masih seperti ini, pengendara harus hati-hati dan pelan-pelan,” katanya.
Kabut asap di kawasan perbatasan Tala-Banjarbaru tersebut menjadi perhatian karena jalur Jalan A Yani merupakan akses utama masyarakat dari Tanah Laut menuju Banjarbaru hingga Banjarmasin.
Bagi pengendara seperti Supiani yang hendak beraktivitas ke pasar, kondisi itu membuat perjalanan pagi yang seharusnya lancar justru harus ditempuh dengan ekstra kewaspadaan.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)