DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI — Kabut asap pekat yang sehari sebelumnya menyelimuti jalur utama Kabupaten Tanah Laut (Tala)–Banjarbaru belum sepenuhnya hilang. 
Namun, kondisi ruas Jalan A Yani di kawasan bondong, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (20/8/2026) pagi, cukup membaik.

Perubahan kondisi itu membuat jarak pandang pengendara lebih leluasa dibandingkan sehari sebelumnya. 

Meski begitu, kabut masih muncul secara berkala. Dalam beberapa waktu jalan terlihat terang, kemudian kabut kembali turun dan menebal sebelum berangsur menipis.

Situasi tersebut mendorong Pemerintah Desa Gunung Raja turun langsung ke jalur utama. 

Kepala Desa Gunung Raja Samsiar bersama jajaran aparatur desa, relawan ERGR dan babinsa membagikan masker kepada pengendara yang melintas.

Tak hanya membagikan masker, mereka juga ikut membantu mengatur arus lalu lintas sebagai langkah antisipasi apabila kabut kembali menebal dan mengganggu pandangan pengendara.

Kawasan bondong setempat menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena wilayah ini merupakan kawasan yang rawan terbakar saat musim kemarau. 

Kebakaran lahan di kawasan tersebut bahkan kembali terjadi belum lama ini.

Samsiar mengatakan kondisi Kamis pagi jauh lebih baik dibandingkan Rabu. 

Kendati demikian, pihaknya tidak ingin lengah karena kabut masih dapat muncul sewaktu-waktu.

“Kalau dibandingkan kemarin, hari ini sudah jauh lebih terang. Tetapi kabut masih kadang turun, kemudian terang lagi. Karena itu kami tetap turun membagikan masker dan membantu pengaturan lalu lintas,” ujar Samsiar.

Perbaikan kondisi juga terlihat di kawasan perbatasan TanLauLaut–Banjarbaru, khususnya Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, yang berbatasan dengan Pengayuan/Penggalaman, Kota Banjarbaru.

Sehari sebelumnya, kawasan tersebut sempat diselimuti kabut asap sangat tebal hingga jarak pandang hanya sekitar satu meter dan antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 5 kilometer.

Kondisi seperti itu terutama kian parah pada arah menuju kawasan Liang Anggang, Banjarbaru.

Kamis pagi, kondisi di kawasan tersebut dilaporkan lebih terang. Namun, kabut masih bersifat fluktuatif, terkadang menipis dan kembali menebal.

Bagi pengendara yang setiap hari melintasi jalur ini, perubahan kondisi tersebut cukup melegakan.

Membaiknya jarak pandang menjadi kabar baik bagi pengguna jalur Tanah Laut–Banjarbaru. Namun, kemunculan kabut yang masih berubah-ubah menunjukkan kondisi belum sepenuhnya aman dari gangguan asap.

Pengendara diimbau tetap waspada, mengurangi kecepatan saat kabut kembali menebal, menjaga jarak aman, serta menggunakan masker ketika melintasi kawasan yang terdampak asap.

(derapwaktu.com/dw1)