DERAPWAKTU.COM — Perjalanan menuju Banjarmasin berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi sejumlah pengendara roda dua saat kabut asap tebal menyelimuti ruas Jalan A Yani di kawasan perbatasan Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru, Rabu (19/8/2026) pagi.

Kabut asap yang menebal sejak subuh membuat jarak pandang pengendara turun drastis. Kondisi terparah terjadi sekitar pukul 06.30 Wita, ketika jarak pandang disebut hanya berkisar 1–2 meter.

Bagi pengendara sepeda motor yang melintas menuju Banjarmasin, situasi tersebut memaksa mereka mengurangi kecepatan secara ekstrem. Kendaraan bergerak merayap di tengah kabut dan antrean panjang.

Andrianoor, salah satu pengendara roda dua yang sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin, mengaku sempat terjebak kemacetan akibat kondisi tersebut.

Ia memilih bergerak sangat pelan karena jarak pandang di depan nyaris tertutup kabut asap.

“Terpaksa pelan-pelan saja. Jarak pandang sangat terbatas, jadi tidak berani melaju cepat. Apalagi banyak kendaraan di depan,” ujar pedagang warga Pelaihari. 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat perjalanan terasa jauh lebih berisiko dibanding biasanya. 

Pengendara harus terus memperhatikan kendaraan di depan agar tidak terjadi tabrakan beruntun.

Kabut asap juga membuat arus lalu lintas di kawasan perbatasan Tala-Banjarbaru tersendat. 

Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular sekitar 5 kilometer.

Kepala Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, H Alfian Taurus, mengatakan antrean dari perbatasan Tala menuju Desa 

Pandahan mencapai sekitar 2 kilometer. Sementara dari tugu perbatasan menuju arah Banjarbaru hingga Bundaran Liang Anggang di Jalan A Yani Km 20, antrean mencapai sekitar 3 kilometer.

“Puncaknya sekitar pukul 06.30 Wita. Jarak pandang hanya sekitar satu sampai dua meter sehingga sangat mengganggu pengendara,” kata Alfian.

Ia menyebut kondisi kabut asap tebal tersebut baru terjadi sejak Selasa (18/8/2026). 

Sebelumnya, lalu lintas di kawasan itu masih berjalan normal.

Hingga sekitar pukul 09.00 Wita, kabut asap masih terasa mengganggu jarak pandang di sekitar Desa Pandahan yang berbatasan dengan wilayah Pengayuan/Penggalaman, Banjarbaru.

Bagi pengendara, perjalanan pagi itu bukan sekadar menghadapi kemacetan. Kabut asap membuat setiap meter perjalanan harus ditempuh dengan ekstra hati-hati.

Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang menurun.

(derapwaktu.com/dw1)