Meski kepekatan berkurang, kabut asap masih menyelimuti wilayah perbatasan Tala-Banjarbaru
DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI — Kabut asap yang sempat menjadi momok bagi pengguna Jalan A Yani poros Tanah Laut–Banjarbaru mulai menipis, Kamis (20/8/2026) pagi.Namun, situasi lalu lintas tetap menuntut kewaspadaan pengguna jalan. Pasalnya, jarak pandang masih terbatas oleh selubung kabut asap.
Bahkan sempat terjadi perlambatan arus lalu lintas secara signifikan sekitar pukul 07.00 Wita menyusul insiden kecelakaan lalu lintas akibat paparan kabut asap.
"Di wilayah Pengayuan, Banjarbaru, kecelakaannya pagi tadi. Jaraknya sekitar satu kilometer dari tugu perbatasan," sebut Yanti, warga Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati yang rumahnya dekat tugu perbatasan.
Ia mengatakan tersendatnya arus lalu lintas akibat laka lantas tersebut tak berlangsung lama sehingga pergerakan kendaraan roda dua dan empat segera kembali lancar.
Namun umumnya pengendara/pengemudi juga tetap berjalan pelan karena jarak pandang masih terbatas walau tak separah Rabu pagi kemarin yang sempat hanya 1-2 meter saat pagi.
Jarak pandang pagl tadi masih sekitar 10 meter pukul 07.00 Wita di wilayah Pandahan dan kian menebal ke arah Liang Anggang, Banjarbaru.
Yanti menuturkan pengendara roda dua maupun pengemudi roda empat yang terlibat tabrakan dalam keadaan aman atau baik-baik saja. Namun bemper tengah mobil penyok.
Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya sempat diselimuti kabut asap pekat membuat pengendara memang perlu lebih berhati-hati, meskipun pada Kamis pagi jarak pandang sudah jauh membaik.
Yanti mengatakan kondisi udara dan jarak pandang kemudian semakin membaik. Sekitar pukul 08.00 Wita, kawasan tersebut sudah kembali terang dan arus lalu lintas berjalan normal.
Perubahan ini kontras dengan kondisi Rabu (19/8/2026). Saat itu, kabut asap sangat pekat bahkan hingga sekitar pukul 09.00 Wita.
Jarak pandang di sekitar perbatasan dilaporkan sangat terbatas dan sempat menyebabkan antrean kendaraan panjang, terutama menuju arah Liang Anggang, Banjarbaru.
Meski kabut asap Kamis pagi tidak lagi sepekat sehari sebelumnya, kecelakaan di Pengayuan menjadi pengingat bahwa kondisi jalan tetap membutuhkan kewaspadaan.
Pengendara diimbau tidak memacu kendaraan meski jarak pandang mulai membaik, menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan ketika melintasi titik yang masih diselimuti kabut asap.
Terlebih, jalur tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Tanah Laut dengan Banjarbaru hingga Banjarmasin dan setiap pagi dilalui banyak kendaraan untuk berbagai aktivitas masyarakat.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)