DERAPWAKTU.COM, TIONGKOK  – Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) memperluas jejaring pendidikan vokasi internasional melalui kerja sama dengan Guangxi Technician College of Machinery and Electricity, Tiongkok. 

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua institusi tersebut disaksikan pejabat pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Minggu (1/11/2026).

Penandatanganan berlangsung di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning, dalam forum Guangxi Exchange Event 2026 of the Belt and Road Skills-Building-Dreams Action.

Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan pendidikan vokasi, terutama bidang permesinan, kelistrikan, otomasi, dan robotika. 

Politala juga membidik sejumlah program lanjutan, mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa hingga penyelarasan kurikulum dan riset terapan.

Wakil Direktur Bidang Akademik Politala Dr Fatimah SSi MP mengatakan Guangxi Technician College of Machinery and Electricity merupakan mitra strategis karena memiliki keunggulan pada bidang teknologi yang relevan dengan pengembangan pendidikan vokasi di Politala.

"Kami tidak ingin MoU ini berhenti sebagai dokumen. Kami ingin segera menindaklanjutinya melalui pertukaran dosen, penyelarasan kurikulum, dan riset terapan bersama," paparnya kepada derapwaktu, Senin (2/11/2026).

Menurut Fatimah, kehadiran pejabat pemerintah Tiongkok dalam penandatanganan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun dukungan kelembagaan terhadap kerja sama lintas negara.

Ia menilai dukungan pemerintah dapat membantu mendorong keberlanjutan kemitraan sekaligus membuka peluang realisasi program yang lebih konkret.

"Kerja sama yang didukung pemerintah cenderung lebih berkelanjutan dan lebih mudah diturunkan menjadi program yang konkret," katanya.

Fatimah juga berharap kemitraan tersebut membuka kesempatan bagi dosen Politala untuk meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran langsung di laboratorium dan bengkel kampus mitra.

Dengan peningkatan kapasitas tenaga pendidik, materi dan metode pembelajaran di Politala diharapkan semakin relevan dengan perkembangan teknologi industri.

"Peningkatan kompetensi dosen akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran mahasiswa," ujarnya.


Peluang Magang dan Kursus Singkat

Selain pengembangan kapasitas dosen, kerja sama tersebut juga membuka peluang peningkatan pengalaman internasional bagi mahasiswa.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Politala, Rina Pebriana SE MComm mengatakan sejumlah program yang berpotensi dikembangkan antara lain pertukaran pelajar, magang, dan kursus singkat di Guangxi.

Menurutnya, pengalaman belajar di lingkungan internasional dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

"Pengalaman internasional akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa. Mereka akan lebih percaya diri, lebih adaptif, dan lebih siap memasuki dunia kerja," ungkap Rina.

Ia menambahkan, posisi Guangxi yang menjadi salah satu gerbang Tiongkok menuju Asia Tenggara juga memberikan peluang tersendiri bagi pengembangan kerja sama pendidikan dengan Indonesia.

Politala, lanjut Rina, akan menyusun program turunan bersama kampus mitra agar kesepakatan tersebut dapat segera diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa.


Disaksikan Pejabat Pemerintah Pusat dan Daerah

Penandatanganan MoU tersebut merupakan bagian dari Guangxi Exchange Event 2026 of the Belt and Road Skills-Building-Dreams Action. 

Forum bertema Building Dreams with Craftsmanship, Connecting the World through Skills itu diselenggarakan Departemen Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Daerah Otonom Guangxi Zhuang.

Forum tersebut menjadi wadah penguatan kerja sama pengembangan keterampilan vokasi antara Tiongkok dan negara-negara mitra inisiatif Belt and Road, khususnya kawasan Asia Tenggara.

Dari pemerintah pusat Tiongkok hadir Wang Xiaojun, Inspektur Tingkat Satu Departemen Pengembangan Kapasitas Vokasi, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Republik Rakyat Tiongkok.

Sementara dari pemerintah daerah hadir Wei Jie, Wakil Direktur Jenderal Departemen Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Daerah Otonom Guangxi Zhuang. Jalannya acara dipandu Huang Shaojian, Inspektur Tingkat Dua pada departemen yang sama.

Sebelum seremoni penandatanganan, para pejabat Tiongkok juga menggelar pertemuan terbatas dengan pimpinan institusi pendidikan mitra di ruang VIP B102 Nanning International Convention and Exhibition Center.

Dalam daftar resmi peserta pertemuan tersebut tercatat Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Politala, Rina Pebriana, serta Direktur Politeknik Negeri Subang (Polsub), Wiwik Endah Rahayu. Pertemuan itu juga dihadiri pimpinan perguruan tinggi vokasi dari Thailand dan Vietnam.

Politala mengikuti forum tersebut bersama delegasi Polsub sebagai bagian dari rangkaian lawatan kerja sama internasional di Guangxi.

Pada sesi penandatanganan gelombang pertama, Politala tercatat sebagai satu-satunya institusi asal Indonesia. Sejumlah institusi pendidikan vokasi dari Tiongkok, Thailand, dan Vietnam juga menandatangani kerja sama pada sesi tersebut.

Rangkaian forum turut diisi pemutaran video capaian program Belt and Road Skills-Building-Dreams Action di Guangxi serta sesi berbagi pengalaman dari pimpinan institusi pendidikan vokasi dan industri.

Melalui kemitraan ini, Politala diharapkan dapat memperluas akses pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi industri. 

Tantangan selanjutnya adalah menerjemahkan MoU tersebut menjadi program kerja sama yang terukur dan berkelanjutan.

(derapwaktu.com/banyulangit)