DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Bagi sebagian orang, yudisium hanyalah seremoni akademik. Namun bagi Rahmi Nareswara, Kamis (5/8/2026) itu menjadi hari ketika penantian panjang sebagai orang tua akhirnya terbayar.
Putra sulungnya, Syahza Rei Maghribbi, resmi menyelesaikan pendidikan pada Program Studi D4 Teknologi Pakan Ternak Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) dalam Yudisium Diploma III Angkatan XV dan Diploma IV Angkatan II Tahun Akademik 2025/2026 Sesi II.
Di tengah suasana haru yang menyelimuti Aula GKT Politala di lingkungan kampus ternama di kawasan Jalan A Yani, Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, itu, Direktur Politala, Dr Ir Meldayanoor SHut MS., mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah garis akhir, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat.
"Yudisium merupakan salah satu momentum akademik yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. Momen ini bukan sekadar pengumuman kelulusan, tetapi merupakan peneguhan bahwa Saudara telah berhasil menyelesaikan seluruh proses pendidikan dan dinyatakan layak menyandang gelar sesuai bidang keahlian masing-masing," ujarnya.
Yudisium digelar dalam dua tahap. Sesi kedua, Politala memberikan apresiasi kepada 170 mahasiswa yang berasal dari Program Studi D3 Akuntansi sebanyak 98 orang, D3 Teknologi Otomotif 20 orang, D4 Teknologi Pakan Ternak 16 orang, dan D4 Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan 36 orang.
Sementara pada sesi pertama, sebanyak 176 mahasiswa mengikuti yudisium, terdiri atas D3 Teknologi Informasi 94 orang, D3 Agroindustri 55 orang, dan D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan 27 orang. Dengan demikian, total peserta yudisium Politala Tahun Akademik 2025/2026 mencapai 346 mahasiswa.
Meldayanoor mengatakan keberhasilan para lulusan merupakan buah dari perjuangan panjang. Mereka telah melewati perkuliahan, praktikum, proyek, kegiatan lapangan hingga penyusunan tugas akhir yang penuh tantangan.
"Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan orang tua. Atas nama pimpinan Politala, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Politala," katanya.
Direktur Politala juga berpesan agar para lulusan tidak menjadikan gelar sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain.
"Gelar yang diraih bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Semakin luas ilmu seseorang, seharusnya semakin santun tutur katanya, semakin baik sikapnya, dan semakin besar kepeduliannya," pesannya.
Ia mengingatkan hadis Khairunnas anfa'uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, serta falsafah Banjar 'Bisa-bisa meandak awak', yakni mampu menempatkan diri dengan bijaksana dalam setiap keadaan.
Suasana haru juga dirasakan Rahmi Nareswara yang mengaku bangga melihat putranya berhasil menyelesaikan pendidikan di Politala.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Direktur Politala, seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga besar Politala yang telah membimbing anaknya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
"Selama ini mereka telah mendidik anak saya dengan baik, bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan sesuai bidangnya, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, cara berkomunikasi, dan kemandirian. Kami berharap ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk meraih kesuksesan dan membanggakan keluarga maupun almamater," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Rahmi menilai keberadaan Politala membawa manfaat besar bagi masyarakat Tanah Laut, khususnya keluarga yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus mengirim anak ke luar daerah.
"Politala sangat membantu masyarakat. Orangtua tidak perlu jauh-jauh menyekolahkan anak ke kota lain. Biaya kuliahnya juga relatif terjangkau karena merupakan perguruan tinggi negeri. Anak tetap bisa dekat dengan keluarga sehingga kami masih dapat mengawasi mereka sekaligus mereka tetap bisa membantu orang tua di rumah," katanya.
Menurut pengusaha rental perlengkapan bayi/anak ini, kualitas Politala juga terus berkembang seiring meningkatnya prestasi mahasiswa dan kerja sama dengan dunia industri maupun perguruan tinggi luar negeri.
Hal itu terlihat dari berbagai capaian sepanjang 2026. Politala berhasil menjadi Juara Umum MTQ Politeknik Tingkat Nasional, meraih tujuh medali pada PORSENI XV di Medan, memperoleh hibah sertifikasi kompetensi bagi 130 mahasiswa, menerima hibah tiga unit alat berat dari PT Thriveni Indo Mining, beasiswa PT Arutmin Indonesia untuk 14 mahasiswa, hingga mengimplementasikan program double degree bersama Cheng Shiu University, Taiwan.
Selain itu, Politala terus mendukung Program Satu Desa Satu Lulusan Pendidikan Tinggi bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi pemuda dari 135 desa dan kelurahan.
Bagi Rahmi, seluruh capaian tersebut menjadi bukti bahwa Politala telah berkembang menjadi kampus vokasi yang layak dibanggakan masyarakat Tanah Laut.
"Saya berharap Politala terus maju dan semakin dipercaya masyarakat. Semoga semakin banyak anak-anak Tanah Laut yang bisa kuliah di kampung sendiri, memperoleh pendidikan berkualitas, lalu kembali membangun daerahnya," tutupnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)