Patroli dan penyisiran tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu pencarian serta penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang hingga kini masih menyisakan ratusan keluarga dalam penantian.
Personel menyisir kawasan pesisir sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat dan para nelayan.
Mereka diimbau segera melapor apabila menemukan benda, tanda-tanda maupun informasi yang diduga berkaitan dengan kecelakaan kapal tersebut.
Setiap informasi dari masyarakat pesisir dinilai penting untuk dapat segera diteruskan dan diverifikasi oleh pihak berwajib.
Penyisiran Batakan ini sekaligus melengkapi langkah serupa yang dilakukan jajaran Polsek Takisung bersama Pembakal dan aparat Desa Pagatan Besar pada hari yang sama.
Di kawasan pesisir Pagatan Besar, personel melakukan penyisiran di sekitar wilayah yang diperkirakan dapat menjadi lokasi ditemukannya korban maupun benda yang terbawa arus.
Dua titik pesisir di Tanah Laut tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemantauan di wilayah perairan dan pesisir, menyusul masih berlangsungnya operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Berdasarkan perkembangan operasi SAR terbaru hingga Kamis (17/9/2026), dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8, sebanyak 114 orang telah ditemukan.
Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
Kondisi tersebut membuat pemantauan wilayah pesisir menjadi penting, terutama dengan kemungkinan adanya benda atau korban yang terbawa arus dari lokasi kecelakaan.
Di tengah pencarian tersebut, perhatian masyarakat Tanah Laut juga tertuju pada keberadaan dua warga Kelurahan Pelaihari yang diketahui berada di kapal.
Satu di antaranya telah ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara seorang perempuan 23 tahun, hingga Kamis (17/9/2026) masih belum diketahui keberadaannya.
Keluarga Luan sejak awal musibah berada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai proses pencarian.
Harapan dari Pelaihari
Kabar mengenai masih adanya penumpang yang belum ditemukan turut mengundang keprihatinan masyarakat Pelaihari.
“Semoga semua penumpang yang belum ditemukan dapat segera ditemukan dan selamat,” ucap Hariani, warga Pelaihari, Kamis (17/9/2026).
Hariani mengaku prihatin terhadap musibah tersebut. Ia juga menyampaikan rasa sedih terhadap keluarga yang kehilangan anggota keluarganya maupun yang hingga kini masih menunggu kabar.
Sementara operasi SAR terus berjalan, Sat Polairud Polres Tanah Laut mengajak masyarakat pesisir dan nelayan untuk tidak mengabaikan informasi sekecil apa pun yang ditemukan di wilayah perairan.
Benda atau tanda yang ditemukan dan diduga berkaitan dengan KM Virgo Transport 8 diharapkan segera dilaporkan kepada aparat agar dapat diperiksa dan dikoordinasikan dengan unsur SAR terkait.
Penyisiran Batakan dan Pagatan Besar pun menjadi bagian dari keterlibatan wilayah pesisir Tanah Laut dalam mendukung pencarian korban yang hingga kini masih berlangsung.
Tenggelam di Dasar Laut
Bangkai KM Virgo Transport 8 hingga saat ini belum ditarik atau diangkat dari lokasi.
Perkembangan terbarunya justru menyebut bangkai kapal telah tenggelam ke dasar laut.
Deteksi sonar TNI AL menemukan objek yang diduga bangkai kapal pada koordinat sekitar 04°31,667' LS – 114°00,245' BT, setelah sebelumnya posisi kapal bergeser.
Basarnas saat ini menyiapkan operasi salvage, termasuk kemungkinan membalikkan posisi kapal untuk membuka akses pencarian korban di dalamnya.
Tim ahli dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat dilibatkan untuk melakukan observasi dan asesmen sebelum tindakan dilakukan.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)