DERAPWAKTU.COM, MARTAPURA – Nama Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ikut berkibar di panggung nasional.
Tiga putra daerah ini dipercaya memperkuat Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan.
Data dihimpun, Senin (31/8/2026), ketiganya yakni Pahriannor pada cabang Dakwah Al-Qur’an, Syahruddin pada cabang Khat Digital Klasik, serta Zainuddin Zuhri pada cabang Tartil Al-Qur’an.
Dari tiga utusan tersebut, Syahruddin berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Harapan III Cabang Khat Digital Klasik.
Capaian itu menjadi salah satu sumbangsih bagi Kalsel yang mengakhiri perhelatan dengan berada di peringkat ke-9 nasional dengan raihan 34 poin.
MTQ KORPRI VIII Nasional 2026 berlangsung sejak kedatangan kafilah pada 23 Agustus, dilanjutkan pembukaan 24 Agustus, babak penyisihan 25–27 Agustus, final 28 Agustus, dan penutupan 29 Agustus 2026.
Sejumlah lokasi menjadi arena perlombaan. Cabang Dakwah Al-Qur’an digelar di Lapangan Karebosi, Kota Makassar. Cabang Tartil Al-Qur’an berlangsung di Aula Mina Asrama Haji Sudiang, Makassar, sedangkan cabang Khath Al-Qur’an dilaksanakan di Auditorium PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkep.
Bagi Kabupaten Banjar, keikutsertaan tiga ASN tersebut bukan sekadar soal kompetisi dan perolehan gelar.
Mereka membawa identitas daerah sekaligus menunjukkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) juga mampu berprestasi melalui bidang keagamaan dan seni Al-Qur’an.
Terlebih, MTQ KORPRI mempertemukan ASN dari berbagai daerah di Indonesia. Di tengah tugas pemerintahan yang menuntut profesionalisme, para peserta juga ditantang menunjukkan penguasaan nilai-nilai Al-Qur’an.
Prestasi Syahruddin pun menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten Banjar. Sementara perjuangan Pahriannor dan Zainuddin Zuhri menjadi bagian dari kiprah daerah dalam memperkuat Kafilah Kalsel di tingkat nasional.
Secara keseluruhan, Kafilah Kalsel mencatat 11 finalis/peraih prestasi, dengan capaian mulai dari Terbaik II, Terbaik III, Harapan I, Harapan II hingga Harapan III.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar terhadap para utusan daerah menjadi bentuk apresiasi terhadap ASN yang terus mengembangkan kapasitas diri sekaligus membawa nama daerah ke level nasional.
Lebih jauh, semangat MTQ KORPRI diharapkan tidak berhenti di panggung perlombaan.
Nilai spiritual, integritas, profesionalisme dan solidaritas yang dikembangkan melalui kegiatan tersebut idealnya ikut mewarnai pelaksanaan tugas ASN sehari-hari.
Saniah, warga Martapura, menilai prestasi tersebut layak menjadi kebanggaan masyarakat daerah.
“Bukan hanya karena berhasil meraih prestasi, tetapi mereka sudah membawa nama Banjar sampai tingkat nasional. Semoga pencapaian seperti ini bisa memotivasi ASN lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan,” ujarnya.
Senada, Baihaqi, warga Kabupaten Banjar lainnya, berharap prestasi di arena MTQ dapat berlanjut dalam bentuk pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
“Yang paling penting nilai-nilai Al-Qur’an itu tidak hanya berhenti di perlombaan. Kalau nilai kejujuran, amanah dan pelayanan itu benar-benar diterapkan dalam pekerjaan, masyarakat tentu yang paling merasakan manfaatnya,” katanya.
Bagi Kabupaten Banjar, tiga nama tersebut menjadi pengingat bahwa wajah ASN tidak hanya terlihat dari meja kerja dan pelayanan administrasi. Mereka juga dapat hadir sebagai duta daerah yang membawa prestasi, karakter dan nilai-nilai keagamaan ke panggung nasional.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang ASN bukan semata-mata piala yang dibawa pulang, tetapi seberapa jauh nilai yang diperjuangkan mampu kembali hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang berintegritas dan semakin baik.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)