DERAPWAKTU.COM, PELAlHARI – Kasus dugaan percobaan pemerkosaan yang melibatkan dua anak di bawah umur di Kecamatan Pelaihari, tidak hanya menjadi perhatian aparat penegak hukum, tetapi juga mendapat sorotan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta DPRD Kabupaten Tanah Laut.
Kepala Disdikbud Tanah Laut, Myrza Fazrina, mengatakan pihak sekolah untuk sementara belum mengambil langkah khusus sembari menunggu hasil penanganan dan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Menurutnya, sekolah perlu memperoleh gambaran yang utuh sebelum menentukan tindak lanjut.
"Saat ini kepala sekolah masih menunggu hasil dari PPA. Karena kasusnya masih dalam penanganan, tentu kami menunggu perkembangan dan hasil pendampingan terlebih dahulu," ujar Myrza, Rabu (17/6/2026).
Penanganan kasus yang melibatkan anak harus dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, Disdikbud Tala menghormati proses yang sedang berjalan dan menyerahkan pendalaman kasus kepada instansi yang berwenang.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Tanah Laut, Joko Pitoyo, mengaku prihatin atas peristiwa yang menyeret anak-anak sebagai korban maupun terduga pelaku. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, bukan hanya dilihat dari sisi hukumnya semata.
"Ini menjadi keprihatinan kita semua karena yang terlibat sama-sama anak di bawah umur. Jadi jangan hanya fokus pada kasusnya, tetapi juga perlu melihat apa yang terjadi dalam proses tumbuh kembang anak-anak kita saat ini," katanya.
Joko menilai pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga, khususnya orang tua, justru sangat menentukan karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan rumah.
"Anak-anak perlu mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tua. Jangan sampai mereka tumbuh tanpa komunikasi yang baik. Orang tua harus meluangkan waktu untuk bertanya tentang kegiatan anak, pergaulan mereka, hingga persoalan yang mungkin sedang dihadapi," ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara rutin akan membuat anak merasa nyaman dan terbuka kepada orang tua. Dengan begitu, berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui lebih awal.
Selain itu, Joko juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial.
Di tengah perkembangan teknologi saat ini, orang tua dituntut lebih aktif mendampingi anak agar tidak terjebak dalam pengaruh negatif lingkungan maupun dunia digital.
"Handphone memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan anak sekarang. Tetapi harus ada pengawasan. Yang lebih penting lagi adalah membangun komunikasi sehingga anak merasa dekat dan tidak sungkan bercerita kepada orang tuanya," tegasnya.
Ia berharap kasus yang saat ini masih ditangani aparat penegak hukum tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan, pendidikan karakter, serta pendampingan terhadap anak sejak dini.
"Perhatian, komunikasi, dan kasih sayang dari keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak kita," pungkasnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)