DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Aula Pondok Pesantren Nurul Hijrah di Desa Alur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, berubah menjadi ruang perenungan tentang keteladanan Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (2/9/2026) malam, berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh agama, pemerintahan dan masyarakat.
Kehadiran Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli (Uli), Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Tala HM Wahyudi dan Camat Jorong Paimun menambah semarak kegiatan yang dipusatkan di lingkungan pondok pesantren tersebut.
Tak hanya unsur pemerintahan, peringatan maulid juga dihadiri cendekiawan muslim ternama Kalimantan Selatan, Prof. Dr H Abdul Hafiz Anshari AZ.
Ia dikenal sebagai ulama sekaligus akademisi dan mubaligh, serta pernah dipercaya menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI periode 2007–2012.
Para tamu disambut hangat Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hijrah, KH M Mukri Yunus. Sosok ulama yang dikenal luas di Tanah Laut dan memiliki pengaruh di Kalimantan Selatan itu menjadi salah satu figur sentral dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Suasana berlangsung teduh dan penuh kekhusyukan. Para jemaah mengikuti rangkaian peringatan maulid dengan menyimak tausiah serta menghayati kembali perjalanan dan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan.
Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial keagamaan. Momentum tersebut penting dijadikan sarana untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, persaudaraan, kepedulian dan keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ia juga mengapresiasi peran pondok pesantren dan para ulama dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus membentuk generasi yang memiliki pengetahuan dan akhlak.
“Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mengamalkan akhlak beliau dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Bagi masyarakat, kehadiran para tokoh agama dan pemerintahan dalam satu majelis juga dinilai memberi pesan penting tentang kuatnya hubungan antara ulama, pemerintah dan masyarakat.
Warga Tala, Rahman, mengapresiasi pelaksanaan maulid yang menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai kalangan tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali mengingat pentingnya akhlak di tengah perubahan zaman.
“Yang paling penting bukan hanya ramai saat maulid, tetapi nilai keteladanan Nabi bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Senada, Siti Aminah, warga Tala lainnya, berharap kegiatan keagamaan di pondok pesantren terus mendapat dukungan sehingga dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda.
“Semoga anak-anak muda semakin dekat dengan masjid, ulama dan lingkungan pesantren. Jangan sampai kemajuan zaman membuat mereka jauh dari nilai agama dan akhlak,” harapnya.
Peringatan Maulid Nabi di Nurul Hijrah pun meninggalkan pesan sederhana namun kuat: mengenang Rasulullah bukan sekadar mengulang sejarah, melainkan menghadirkan kembali akhlaknya dalam perilaku sehari-hari.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)