Puluhan warga hadir untuk mengikuti rangkaian acara. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, hingga warga umum.
Menariknya, kehadiran warga tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar rumah dinas. Sejumlah masyarakat dari wilayah pinggiran Kecamatan Pelaihari, termasuk Desa Atu-Atu, turut datang untuk menyampaikan doa dan penghormatan kepada keluarga almarhum.
Acara berlangsung sederhana, namun tetap khidmat. Para jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan, yang kemudian diisi tausiah agama oleh Ustaz Budi.
Dalam tausiah tersebut, Ustaz Budi mengulas sejumlah hikmah dari keteladanan Nabi Muhammad SAW, sekaligus mengajak jamaah menjadikan momentum keagamaan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan.
Usai tausiah, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan makan bersama.
Di sinilah suasana keakraban semakin terasa. Para tokoh masyarakat yang hadir tidak mengambil jarak, tetapi membaur dan berbincang santai dengan masyarakat umum.
Sejumlah tokoh yang terlihat hadir di antaranya H Noor Ifansyah, pensiunan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tala yang kini menjadi bagian dari Dewan Pendidikan Tala.
Lalu, ada H Ahmad Saryani, pensiunan PNS sekaligus tokoh masyarakat serta H Kodhy Rawi, tokoh masyarakat yang juga dikenal sebagai pengusaha di bidang properti, kuliner dan lainnya. Lalu, Habib Said Zakaria (pensiunan pejabat), Jauhari Alamsyah (pegiat sosial/lingkungan), dan lain-lain.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana acara keluarga dapat menjadi ruang perjumpaan lintas kalangan. Tidak ada sekat antara pejabat, tokoh masyarakat, ASN maupun warga biasa.
Usai acara, Wakil Bupati HM Zazuli yang akrab disapa H Uli ramah menyapa dan menyalami satu per satu tamu yang hendak berpamitan.
Bahkan, H Uli mengantar sejumlah tamu hingga ke depan teras Aula Rumah Dinas.
Sikap sederhana itu menjadi perhatian tersendiri di tengah suasana malam yang penuh kekeluargaan.
Keramahan tersebut memperlihatkan sisi personal seorang pemimpin yang tetap menempatkan penghormatan kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun kedekatan.
“Terima kasih banyak sudah berkenan hadir,” ucap H Uli ramah kepada para tamu.
Acara religius tersebut berakhir dalam suasana hangat. Doa, silaturahmi dan kebersamaan menjadi benang merah malam itu—sebuah momentum sederhana yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana religius dan penuh penghormatan.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)