Peringatan haul tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan almarhum dalam mengembangkan dakwah Islam, mendidik umat, serta menanamkan nilai-nilai akhlak di tengah masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri Camat Bati-Bati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pelaksana Harian (Plh) Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut, para guru agama, habaib, serta kaum muslimin dan muslimat dari berbagai wilayah.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Syair Maulid Habsyi dan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan manakib almarhum KH. Anang Ramli serta tahlil.
Acara kemudian ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan KH. Munawwar Gazali, pengasuh Majelis Ta’lim Raudhatul Anwar, Kampung Melayu, Martapura.
H Uli mengatakan, haul tidak sekadar menjadi tradisi untuk mengenang tokoh agama yang telah wafat, tetapi juga menjadi sarana mengambil pelajaran dari perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan kepada umat.
“Kegiatan ini bukan sekadar mengenang haul beliau, tetapi juga menjadi pengingat akan perjuangan dan pengorbanan beliau dalam menegakkan dakwah, mendidik umat, dan membimbing akhlak Islam di Kabupaten Tala,” ujarnya.
Ia berharap, nilai-nilai keteladanan yang diwariskan pendiri Ponpes Ubudiyah dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memperkuat keimanan, menjaga akhlak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
H Uli juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Tanah Laut yang religius dan berakhlak.
“Semoga semangat beliau menjadi inspirasi bagi kita untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat keimanan di tengah masyarakat,” katanya.
Melalui peringatan haul tersebut, nilai-nilai perjuangan ulama diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus menjadi pedoman bagi masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)