DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI -Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar DPD Partai Golkar Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (12/9/2026), tidak hanya menjadi ruang mempererat silaturahmi internal partai.

Di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kegiatan tersebut juga diwarnai pesan agar nilai keteladanan Rasulullah SAW diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tanah Laut, H Agus Prasetya B SE MIKom menegaskan bahwa Maulid Nabi semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Keteladanan Rasulullah, menurutnya, harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

“Nabi Muhammad SAW merupakan orang nomor satu di dunia yang wajib kita teladani,” ujar H Agus.

Pesan itu kemudian dikaitkan dengan kondisi Tanah Laut yang tengah menghadapi musim kemarau.

H Agus meminta seluruh keluarga besar Partai Golkar tidak melakukan pembakaran lahan serta saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan.

“Kita menghadapi musim kemarau. Saya berharap keluarga besar Partai Golkar Kabupaten Tanah Laut tidak melakukan pembakaran lahan dan saling mengingatkan satu sama lain untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.


Keteladanan yang Menyentuh Persoalan Warga

Pesan tersebut menjadi menarik karena kepedulian terhadap lingkungan ditempatkan sebagai bagian dari praktik keteladanan. 

Bukan hanya berbicara mengenai hubungan antarmanusia, tetapi juga bagaimana menjaga ruang hidup bersama.

Bagi masyarakat Tanah Laut, pencegahan karhutla menjadi persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. 

Kebakaran lahan bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kepulan asap yang mengurangi kenyamanan masyarakat.

Sejumlah warga menilai pesan tersebut relevan dengan kondisi saat ini. Menurut mereka, imbauan untuk tidak membakar lahan akan lebih bermakna apabila diikuti kepedulian bersama di tingkat masyarakat.

“Yang penting bukan hanya imbauan. Masyarakat juga perlu saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Kalau ada kepedulian seperti itu, pencegahan karhutla tentu lebih kuat,” ujar Husni, warga Tanah Laut.

Warga lainnya, Karmila, berharap kepedulian terhadap lingkungan menjadi gerakan bersama, tidak hanya muncul ketika kebakaran sudah terjadi.

“Musim kemarau seperti sekarang memang harus lebih waspada. Jangan sampai baru bergerak setelah ada kebakaran,” katanya.


Niat Menjadi Awal Setiap Perbuatan

Sementara itu, tausiah yang disampaikan Ustadz H Muhammad Syarkani menekankan pentingnya niat dalam setiap perbuatan.

“Segala sesuatu itu tergantung niatnya,” kata Ustadz H Muhammad Syarkani.

Ia mencontohkan hal sederhana dalam kehidupan sosial, yakni menghadiri undangan. 

Menurutnya, aktivitas tersebut dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik.

“Menghadiri undangan itu adalah ibadah apabila diniatkan untuk membahagiakan orang yang mengundang,” jelasnya.

Ia juga mengajak jamaah meneladani Rasulullah SAW yang tidak membedakan seseorang berdasarkan status sosial.

“Nabi tidak memandang status sosial. Siapa pun yang mengundang beliau, pasti beliau datang untuk memenuhi undangan tersebut,” tuturnya.

Pesan tersebut memberi penekanan bahwa keteladanan Nabi dapat dimulai dari tindakan-tindakan sederhana: menghargai sesama, memenuhi undangan, menjaga hubungan sosial, hingga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Soliditas Internal, Kepedulian untuk Masyarakat

Panitia penyelenggara, H Zakaria SSos mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan soliditas keluarga besar Partai Golkar Tanah Laut.

Kgiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Tanah Laut H Agus Prasetya B., Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tanah Laut HM Fitrian, serta jajaran Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar dari sejumlah wilayah.

Di antaranya PK Partai Golkar Kecamatan Pelaihari, Tambang Ulang, Kurau, Jorong, Panyipatan, dan Kintap.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi akhirnya membawa tiga pesan sekaligus: meneladani Rasulullah SAW, memperbaiki niat dalam setiap perbuatan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi masyarakat, pesan terakhir menjadi penting di tengah musim kemarau. Sebab, menjaga Tanah Laut dari ancaman karhutla bukan hanya tugas petugas di lapangan, melainkan membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat. 

(derapwaktu.com/roy