Kepala Bidang Damkar pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, Totom Wahyudi, Sabtu (11/7/2026), mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.25 Wita.
Hanya berselang beberapa menit, personel Damkar Sektor Bati-Bati langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa satu unit armada pemadam.
"Api dilaporkan sudah berkobar cukup besar di lahan kosong dan mulai bergerak mendekati tanaman padi milik warga. Personel langsung melakukan isolasi titik api agar tidak merambat ke areal persawahan," ujar Totom.
Upaya pemadaman dimulai sekitar pukul 16.30 Wita. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam 15 menit, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.45 Wita.
Meski sekitar dua hektare lahan hangus terbakar, petugas berhasil mencegah kebakaran meluas ke hamparan sawah yang berada tidak jauh dari lokasi.
Totom mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kecepatan personel dalam merespons laporan masyarakat. Menurutnya, penanganan sejak dini menjadi faktor penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.
"Kami mengimbau masyarakat segera melapor apabila melihat asap atau titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas," katanya.
Kebakaran di Desa Padang menambah daftar karhutla yang terjadi di Tanah Laut dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, sekitar 20 hektare lahan semak belukar di jalur menuju Pantai Asmara, Kecamatan Jorong, hangus terbakar pada 1 Juli lalu dan baru berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan berjibaku hampir lima jam.
Beberapa hari kemudian, titik api juga sempat muncul di kawasan lahan bondong perbatasan Desa Gunung Raja dan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambangulang.
Selanjutnya, kebakaran kembali terjadi di Desa Bati-Bati, disusul kemunculan kepulan asap di kawasan Tanggul, Desa Padang, serta kebakaran lahan di wilayah Maluka Baulin, Kecamatan Kurau.
Rentetan kejadian tersebut menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla mulai meningkat seiring musim kemarau.
Karena itu, kewaspadaan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat, perusahaan, relawan hingga masyarakat, dinilai harus semakin diperkuat agar setiap titik api dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Warga juga diharapkan ikut berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan, semak maupun sampah, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menghindari kebakaran berskala besar yang dapat memicu kabut asap dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas masyarakat.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)