Sedikitnya sekitar dua hektare lahan terbakar di kawasan Jalan Danau Kijai, Taluk Paku, Desa Bati-Bati, Senin (6/7/2026) siang.
Beruntung, respons cepat petugas gabungan berhasil mencegah api meluas ke area yang lebih luas.
Informasi dihimpun, begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Pos Damkar Sektor Bati-Bati langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa satu unit armada pemadam.
Setiba di lokasi, petugas lebih dahulu memetakan kondisi medan sebelum melakukan pemadaman dan memblokir pergerakan api.
Operasi pemadaman melibatkan personel damkar gabungan yakni Damkar Sektor Bati-Bati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, serta Relawan Tembokan yang bersama-sama berjibaku menjinakkan kobaran api.
Berkat koordinasi yang baik, kebakaran berhasil dipadamkan sehingga tidak sempat meluas. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
Rentetan kebakaran dalam beberapa hari terakhir membuat kewaspadaan terhadap ancaman karhutla semakin ditingkatkan.
Pemlab Tanah Laut kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
Rahmadi (45), warga Kecamatan Bati-Bati, mengapresiasi kesigapan petugas yang bergerak cepat sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
"Kalau terlambat sedikit saja, apalagi sekarang rumput dan semak sudah mulai kering, api bisa cepat menjalar. Kami berharap patroli di daerah rawan semakin sering dilakukan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Nuraini (38), warga Pelaihari. Menurutnya, rentetan kebakaran dalam beberapa hari terakhir harus menjadi perhatian bersama.
"Masyarakat juga harus disiplin, jangan membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan. Kami berharap jangan sampai Tanah Laut kembali diselimuti kabut asap seperti beberapa tahun lalu," katanya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)