Ketua RT 6 Desa Gunung Raja, Rohimi, mengatakan dirinya telah melakukan pemantauan dari kawasan Jembatan Empat Batang Banyu.
Dari lokasi tersebut memang terlihat kobaran api, namun diperkirakan masih berada cukup jauh dari wilayah permukiman.
"Kalau dilihat dari Jembatan Batang Banyu memang terlihat kobaran apinya. Tetapi posisinya masih jauh dari wilayah RT 6 dan kemungkinan berada di kawasan perbatasan dengan Desa Sungai Pinang," ujarnya.
Rohimi langsung bergerak ke lapangan. Ia meluncur jalan raya arah ke Pelaihari untuk melihat dari jarak yang lebih leluasa untuk mengamati posisi kobaran api tersebut.
Lokasi api masih cukup jauh. Diperkirakan daei jalan raya setempat, jaraknya sekitar satu kilometer.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Raja, Samsiar, juga menyebut berdasarkan informasi awal, titik api berada jauh dari permukiman warga maupun dari ruas Jalan Ahmad Yani.
"Perkiraannya berada di kawasan perbatasan dengan Desa Sungai Pinang. Lokasinya jauh dari permukiman dan juga jauh dari jalan raya," jelasnya.
Munculnya kembali kobaran api tersebut menambah kewaspadaan terhadap ancaman karhutla di Tanah Laut. Sebelumnya, pada 1 Juli lalu, kebakaran hebat melanda sekitar 20 hektare lahan semak belukar di jalur menuju Pantai Asmara, Desa Asam Jaya, Kecamatan Jorong.
Kobaran api saat itu baru berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, relawan, dan masyarakat berjibaku selama hampir lima jam.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi sinyal bahwa potensi karhutla mulai meningkat seiring mengeringnya vegetasi akibat musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sebelumnya telah meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan personel BPBD, penyiagaan armada pemadam, pembentukan relawan desa, serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Termasuk untuk tidak membakar lahan, membakar semak, maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Hingga Minggu malam, belum ada laporan resmi mengenai luas lahan yang terbakar di kawasan bondong yang diperkirakan berada di perbatasan Gunung Raja dan Sungai Pinang tersebut.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)