DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Kali ini, kobaran api meluas di kawasan perbatasan Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut dengan wilayah Pengayuan, Kota Banjarbaru, Rabu (5/8/2026).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah video kobaran api yang menyala merah di malam hari ramai beredar di berbagai grup media sosial di Tanah Laut.
Api tampak membentang di kawasan semak belukar, sementara kepulan asap dan cahaya merah dari kobaran api terlihat jelas dari Jalan A Yani, jalur utama Pelaihari–Banjarmasin.
Sejumlah pengguna jalan bahkan menghentikan kendaraan mereka untuk merekam kejadian tersebut karena besarnya kobaran api yang terlihat dari kejauhan. Ada pula yang merekam dari dalam mobil sambil terus berjalan.
Seorang warga setempat, Yanti, mengatakan api mulai membakar kawasan semak belukar sejak siang hari dan hingga malam belum berhasil dipadamkan.
"Api sudah mulai dari siang, sampai malam masih terus membara. Banyak mobil damkar gabungan dari Tanah Laut dan juga Banjarbaru yang datang membantu pemadaman," ujarnya.
Menurut Yanti, titik api berada sekitar 100 meter dari Jalan A Yani. Area yang terbakar merupakan hamparan semak belukar yang berada tepat di seberang jalan dari rumahnya.
Ia juga menyebut arah pergerakan api pada malam hari mulai mengarah ke kawasan Pengayuan, Kota Banjarbaru, sehingga petugas terus berupaya mencegah api meluas ke wilayah lain.
Hingga berita ini ditulis, upaya pemadaman masih berlangsung. Gelapnya suasana di lokasi menjadi perintang tersendiri.
Karhutla di kawasan ini menambah panjang daftar kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Tanah Laut dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, kebakaran berulang terjadi di kawasan Bondong, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, yang beberapa kali menghanguskan lahan semak dan vegetasi kering sepanjang Juli hingga awal Agustus 2026.
Selain itu, sejumlah titik api juga sempat muncul di beberapa kecamatan lain seiring meningkatnya musim kemarau.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla masih tinggi di Tanah Laut.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas, terlebih saat angin kencang dan cuaca kering masih mendominasi wilayah tersebut.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)