DERAPWAKTU.COM, BANJARBARU – Sebanyak 348 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun Anggaran 2026. 

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bela negara sekaligus membentuk karakter aparatur yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian.

Pelatihan tersebut resmi dibuka melalui upacara di Lapangan Lambung Mangkurat Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Senin (2/11/2026).

Upacara dipimpin Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Mayjen TNI Dr H Totok Imam Santoso, selaku inspektur upacara. Gubernur Kalsel H. Muhidin diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr Ir. Hj Galuh Tantri Narindra.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Galuh Tantri menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten/kota mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat kesadaran bela negara di kalangan ASN dan masyarakat.

Menurut Muhidin, nilai-nilai bela negara telah menjadi bagian dari arah pembangunan daerah melalui pengintegrasiannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Keikutsertaan ratusan ASN dalam pelatihan Komcad juga menjadi wujud sinergi pemerintah daerah dengan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat sistem pertahanan negara.

Muhidin menegaskan, tanggung jawab menjaga pertahanan dan keamanan negara bukan hanya berada di pundak TNI dan Polri, tetapi juga seluruh warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.


ASN Harus Mengutamakan Pelayanan

Lebih dari sekadar pembekalan dasar kemiliteran, pelatihan ini diharapkan membentuk mentalitas ASN yang mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Muhidin secara khusus mengingatkan agar aparatur tidak terjebak pada pola pikir ingin dilayani, tetapi justru hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagaimana nantinya ASN dapat melayani masyarakat, bukan justru ingin dilayani oleh masyarakat. Ini menjadi salah satu nilai penting yang harus tertanam dalam diri setiap aparatur,” demikian pesan Gubernur.

Ia berharap peserta mampu mengimplementasikan nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan kerja. 

Para peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change) yang menularkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, dan pengabdian kepada ASN lainnya.

Dengan demikian, nilai-nilai bela negara tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi di Kalimantan Selatan.


Bukan Membentuk ASN Militeristik

Sementara itu, Kabacadnas Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso menjelaskan, pelatihan Komcad merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun kesadaran bela negara sekaligus memperkuat komponen pertahanan nasional.

Pembentukan Komponen Cadangan akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan wilayah. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk mempersiapkan pengembangan program pada tahap berikutnya.

“Jumlah peserta pada pelatihan kali ini sebanyak 348 orang. Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, tentunya dengan dukungan dari para kepala daerah agar kita bersama-sama dapat mempersiapkan Komponen Cadangan pada tahap berikutnya,” ungkap Totok.

Ia menerangkan, pelatihan berlangsung sekitar satu setengah bulan. Materinya mencakup pembentukan karakter, penguatan moral, pembinaan perilaku, pola pikir, kedisiplinan, serta pengenalan sejumlah materi dasar kemiliteran.

Totok menegaskan, pelatihan Komcad bagi ASN bukan bertujuan membentuk aparatur dengan karakter militeristik. Pembekalan tersebut lebih diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai pertahanan negara dan menanamkan nilai-nilai bela negara.

“Ini bukan untuk menjadikan ASN sebagai kelompok yang militeristik. Materi kemiliteran hanya diperkenalkan sebagai bagian dari pembekalan agar mereka memahami pentingnya pertahanan negara dan memiliki kesiapan dalam menjalankan peran sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, Komponen Cadangan memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan negara. Dalam menghadapi ancaman, Komcad dapat dikerahkan untuk memperkuat komponen utama sesuai mekanisme dan ketentuan perundang-undangan. Dalam kondisi damai, keberadaannya juga dapat mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Melalui program tersebut, Kementerian Pertahanan berharap para peserta mampu menjadi ASN yang memiliki karakter kuat, disiplin, nasionalis, serta berkomitmen menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan turut menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.

Pembukaan Latsarmil Komcad ini turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR, Wali Kota Banjarbaru Hj. Lisa Halaby, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Bupati Hulu Sungai Tengah H. Syamsul Bahri, Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani, Wakil Bupati Tanah Laut H. Muhammad Zazuli, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (aol)