DERAPWAKTU.COM, BANJARMASIN – Menjaga persatuan dan mempererat kebersamaan menjadi pesan penting yang kerap digaungkan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Hasnuryadi Sulaiman ketika berinteraksi dengan masyarakat.Begitu pula saat menghadiri acara keagamaan, seperti pada momentum peringatan Haul ke-80 Habib Hamid bin Abbas Bahasyim (Habib Basirih) baru-baru ini, Catatan derapwaktu, Selasa (3/11/2026), kegiatan religi ini dihelat pada 31 Oktober 2026 .
Di hadapan ribuan jamaah yang memadati kawasan Kubah Keramat Basirih, Kelurahan Basirih, Banjarmasin, tersebut Hasnuryadi mengajak masyarakat menjadikan keteladanan para ulama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat persaudaraan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Menurutnya, kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Berbagai perbedaan maupun tantangan yang dihadapi hendaknya disikapi dengan semangat persaudaraan, kekompakan, dan saling mendukung.

“Paling penting adalah cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Apa pun yang kita hadapi, tentunya kita harus selalu bersatu, solid, dan melakukan yang terbaik,” ujar Hasnuryadi.

Pada kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kalsel H Muhidin kepada para habaib, ulama, dan seluruh jamaah yang hadir. 

Ia sekaligus memohon doa agar pemerintah dan masyarakat Banua senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Izinkan ulun menyampaikan salam hormat dari Gubernur H Muhidin. Beliau juga memohon doa, dengan semua tantangan yang dihadapi saat ini, ada karhutla dan lain sebagainya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan kemudahan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hasnuryadi menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus berupaya menjalankan pembangunan dan memberikan pelayanan terbaik demi kesejahteraan masyarakat. Namun, upaya tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, habaib, dan alim ulama terus terpelihara. Bimbingan serta doa para ulama dinilai menjadi bagian penting dalam mengiringi pelaksanaan pembangunan dan menghadapi berbagai persoalan daerah.

“Kami di pemerintah siap melaksanakan tugas. Namun, kami tidak mampu melaksanakannya sendiri. Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat Banua, bimbingan para habaib dan ulama, serta yang paling penting doa kita bersama,” tuturnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Hasnuryadi juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan haul yang terus dilaksanakan di berbagai wilayah Banua. 

Menurutnya, kegiatan keagamaan semacam ini memiliki makna penting, tidak hanya untuk mengenang perjuangan dan keteladanan para ulama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, ketakwaan, serta kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Ia berharap tradisi haul di Kalimantan Selatan terus terpelihara dengan penyelenggaraan yang semakin baik dan tertib, tanpa menghilangkan nilai persaudaraan serta kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banua.

Puncak Haul ke-80 Habib Basirih tersebut dihadiri para habaib, ulama, tuan guru, serta jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Antusiasme jamaah terlihat dari kedatangan mereka sejak pagi hari, baik melalui jalur darat maupun sungai.

Sejumlah tokoh agama yang hadir di antaranya Habib Idrus bin Abdullah Al-Idrus, Habib Abubakar bin Abdul Kadir dari Malang, Habib Muhammad Ali bin Idrus Hasan bin Hamid Bahasyim, Habib Zakaria Bahasyim, dan Habib Hamdi Bahasyim. 

Turut hadir Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan manakib atau riwayat perjalanan hidup Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yang disampaikan Habib Fathurrahman Bahasyim. Tausiah keagamaan kemudian disampaikan Habib Idrus bin Abdullah Al-Idrus, pimpinan Rabithah Alawiyah wilayah Martapura dan Kota Banjarbaru.

Peringatan haul ini menjadi momentum untuk kembali mengenang keteladanan Habib Basirih sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kalimantan Selatan. (AOL)