DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI — Kabut asap tak hanya membuat udara terasa pengap. Bagi warga, terutama anak-anak sekolah dan keluarga kurang mampu, kondisi itu menghadirkan kekhawatiran berlapis.

Di tengah situasi tersebut, Hj Dian Rahmat bersama Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Tanah Laut memilih turun langsung menemui masyarakat.

Senin (31/8/2026), rombongan menyambangi SDN Liang Anggang 1 dan Pustu Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati, dengan membawa dua bentuk bantuan sekaligus: masker dan sembako.

Masker dibagikan sebagai langkah sederhana untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan kabut asap. 

Sasaran di lingkungan sekolah menjadi perhatian tersendiri karena aktivitas belajar anak tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.

Sementara sembako diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya mereka yang ikut merasakan dampak situasi akibat meningkatnya kabut asap.

Kehadiran langsung Hj Dian Rahmat mendapat apresiasi warga.

Lina, warga Liang Anggang, mengatakan pembagian masker sangat bermanfaat bagi anak-anak. Ia berharap perhatian terhadap kesehatan siswa terus diperkuat selama kondisi kabut asap masih terjadi.

“Anak-anak paling perlu diperhatikan karena mereka setiap hari beraktivitas di sekolah. Semoga pembagian masker seperti ini terus dilakukan dan kondisi udara segera kembali normal,” harapnya.

Apresiasi berbeda disampaikan Hendra, warga Kecamatan Bati-Bati. 

Menurutnya, bantuan sembako menunjukkan kepedulian yang tidak hanya menyentuh persoalan kesehatan, tetapi juga kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Bantuan sembako sangat membantu warga yang membutuhkan. Harapannya kepedulian seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga,” ujarnya.

Bagi warga, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang terasa langsung. Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya reda, masker membantu menjaga pernapasan, sementara sembako menjadi penopang kebutuhan keluarga.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kepedulian bersama menghadapi dampak kabut asap. Sebab ketika asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat, perlindungan kesehatan dan perhatian terhadap kelompok rentan tidak bisa ditunda.

Kabut asap mungkin belum hilang, tetapi kepedulian tak boleh ikut menghilang.

(derapwaktu.com/roy)