DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Empat tahun membangun Pondok Pesantren Noor Hasyim–Tebuireng XVdi Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, menjadi perjalanan penuh tantangan.
Namun komitmen membentuk santri berakhlak tetap menjadi prioritas utama yayasan dibanding sekadar mengejar jumlah peserta didik.
Hal itu disampaikan Pembina Yayasan Noor Hasyim Bina Aswaja, H Endang Agustina, saat Haflah Tsaqofiyyah dan Tasyakuran Harlah Yayasan ke-4 sekaligus penutupan Tahun Ajaran 2025/2026, Minggu (28/6/2026) malam.
Menurutnya, berbagai dinamika berhasil dilalui berkat dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia menegaskan pesantren harus melahirkan generasi yang jujur dan beradab di tengah maraknya krisis moral.
"Yang kami utamakan adalah kualitas. Santri harus memiliki akhlak, adab, dan kejujuran sebagai bekal hidup," ujar Haji Endang yang juga anggota DPR RI ini.
Acara tersebut dihadiri Bupati Tala H Rahmat Trianto, Wakil Bupati HM Zazuli, Forkopimda, anggota DPR RI dari Komisi VIII, perwakilan Kementerian Agama RI, MUI serta orang tua santri.
Dalam kesempatan itu, Bupati H Rahmat menyebut pesantren memiliki peran penting memperkuat akhlak generasi muda.
Sementara itu Kasubdit Pendidikan Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur'an Kementerian Agama RI, H Azis Syaifuddin, mendorong santri menguasai ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai agama.
Perayaan ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penampilan seni budaya para santri.
Warga Pelaihari, Nur Hidayah, mengapresiasi dedikasi Haji Endang dalam mengembangkan pesantren.
"Empat tahun bukan waktu singkat. Kami bangga ada tokoh daerah yang serius membangun pendidikan agama di Tala," katanya, Senin (29/6/2026).
Apresiasi juga disampaikan Firhan Noor, warga Kecamatan Bajuin yang menilai Ponpes Tebu Ireng menjadi salah satu pondok pesantren berklualitas di Tala.
"Ponpes Tebuireng XV memberi pilihan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat Tala. Semoga terus berkembang dan melahirkan ulama serta pemimpin masa depan," ujarnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)