DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat saat musim kemarau membuat Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) memperkuat kesiapsiagaan.
Langkah itu menyusul penetapan status siaga darurat Karhutla oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Bupati Tala H Muhammad Zazuli (H Uli) dengan menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).
Rapat dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin dan membahas perkembangan kondisi terkini sekaligus rekomendasi penetapan status siaga darurat Karhutla sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Dalam arahannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa kondisi Kalimantan Selatan saat ini masih tergolong aman. Namun, seluruh pemerintah daerah diminta tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan.
"Pada prinsipnya sampai saat ini Kalsel masih aman. Tetapi kita tetap memerintahkan BPBD bersama tim untuk mengecek kondisi lahan gambut, apakah masih basah atau sudah mulai mengering," ujarnya.
Penetapan status siaga darurat tersebut menjadi dasar bagi pemerintah kabupaten/kota, termasuk Tala, untuk mengoptimalkan upaya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Melalui koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat sinergi bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga masyarakat dalam mengurangi risiko Karhutla yang kerap muncul saat musim kemarau.
Wakil Bupati Tala H Muhammad Zazuli menyatakan Pemerintah Kabupaten Tala siap mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci agar Karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, warga Pelaihari, Rahmadi, mengapresiasi langkah pemerintah menetapkan status siaga sebelum kebakaran meluas.
"Lebih baik mencegah daripada memadamkan. Kalau semua pihak bergerak sejak awal, dampaknya tentu bisa ditekan sehingga masyarakat tidak lagi terganggu asap," katanya.
Senada, warga Kecamatan Bati-Bati, Siti Aminah, berharap sosialisasi kepada masyarakat terus ditingkatkan, terutama terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.
"Semoga pemerintah bersama aparat rutin mengingatkan masyarakat dan memperbanyak patroli di daerah rawan. Kesadaran masyarakat juga penting agar Karhutla tidak terjadi di Tanah Laut," harapnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)