DERAPWAKTU.COMPELAIHARI – Kekhawatiran masyarakat terhadap semakin menurunnya minat baca di kalangan generasi muda menjadi alasan kuat lahirnya Gerakan Literasi Iqro Nusantara di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan. 

Gerakan yang mengajak masyarakat kembali menjadikan buku sebagai sahabat itu pun disambut antusias berbagai kalangan di daerah ini.

Peluncuran dan sosialisasi Gerakan Literasi Iqro Nusantara tersebut mengusung tema Bersama Kita Bangun Budaya Baca, Tingkatkan Kesadaran dan Ciptakan Masa Depan yang Lebih Cerdas dan Beradab

Kegiatan berlangsung di halaman Langgar Darul Muttaqin, Jalan Perintis, Pelaihari, Selasa pekan lalu.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pendidikan, di antaranya H Adriansyah (Aad), tokoh pendidikan H Noor Ivansyah, para pemerhati pendidikan, pegiat literasi, hingga masyarakat umum hingga cendekia muslim.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peluncuran buku Akhiri Kebodohan, karya salah seorang tokoh masyarakat Tanah Laut, H Muhammad Wahyu Rahmadi. 

Buku tersebut diharapkan menjadi inspirasi untuk membuka wawasan, membangun budaya membaca, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih cerdas.

Selain itu diluncurkan pula program Gerakan Satu Rumah Satu Buku, sebagai ajakan agar setiap keluarga memiliki setidaknya satu buku yang dapat dibaca bersama. 

Gerakan tersebut membawa pesan bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga pusat lahirnya peradaban melalui budaya membaca.

Agenda berikutnya adalah peresmian Majelis Taklim Literasi Nusantara, sebuah wadah pembinaan literasi yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman guna membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Seluruh peserta yang hadir menyatakan dukungan terhadap gerakan tersebut. Mereka menilai literasi harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga keluarga dan lingkungan.

"Buku yang saya terbitkan ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk peduli terhadap rendahya minat baca  di kalangan generasi muda," ucap Wahyu, Selasa (7/7/2026).

Ia menegaskan penerbitan bukunya tersebut berangkat dari kegelisahan melihat fenomena tersebut. Jadi, lebih pada gerakan moral ketimbang nilai ekonomi dari penjualan buku tersebut.

Dirinya berkeinginan menggelar bedah buku berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tala. "Semoga dapat terwujudkan demi penguatan literasi di daerah ini," tandasnya.

Warga Pelaihari ini berharap dukungan semua pihak terutama dari pemerintah untuk kian memperkuat program penguatan literasi. Khususnya literasi baca di tengah minimnya minat membaca pada era kekinian.

Salah seorang warga Pelaihari, Siti Rahmah (42), mengaku prihatin melihat kebiasaan membaca anak-anak yang semakin menurun. Termasuk anaknya yang sangat sukar diminta untuk membaca akibat kuatnya pengaruh dunia maya seperti games online.

"Gerakan seperti ini sangat bagus. Sekarang anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai, media sosial, dan game daripada membuka buku. Kalau tidak mulai dibiasakan lagi dari sekarang, saya khawatir budaya membaca akan semakin hilang," ujarnya.

Pendapat senada disampaikan warga lainnya, Ahmadi (35). Menurutnya, kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat, namun juga menjadi tantangan besar bagi tumbuhnya budaya literasi.

"Teknologi jangan dimusuhi, tetapi harus diimbangi dengan kebiasaan membaca buku. Program Satu Rumah Satu Buku menurut saya sangat tepat karena membangun kesadaran dari lingkungan keluarga. Kalau orang tua memberi contoh membaca, anak-anak juga akan ikut," katanya.

Masyarakat berharap Gerakan Literasi Iqro Nusantara tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata, tapi terus berlanjut melalui berbagai kegiatan seperti bedah buku, pojok baca, perpustakaan lingkungan, hingga kelas literasi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut.

Dengan kolaborasi antara tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pemerintah, dan warga, gerakan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya baca sebagai fondasi menuju masyarakat Tanah Laut yang lebih cerdas, beradab, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.

(derapwaktu.com/dw1)