DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Setelah beberapa pekan terakhir kondisi pagi relatif cerah, kabut asap kembali menyelimuti kawasan perbatasan Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Kota Banjarbaru, Selasa (22/9/2026) pagi.
Kali ini kondisinya bahkan terasa lebih pekat. Jarak pandang pengguna jalan di sekitar Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, hingga wilayah Pengayuan dan mengarah ke Liang Anggang dilaporkan hanya sekitar 1 meter. Bahkan dimungkinkan lebih pendek lagi.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pengguna jalan di ruas Jalan A Yani, jalur utama penghubung Banjarmasin-Banjarbaru-Pelaihari, harus berlangsung ekstra hati-hati.
Yanti, warga Desa Pandahan yang rumahnya berada tak jauh dari tugu perbatasan Tala-Banjarbaru sekaligus relawan Pengayuan Rescue, mengatakan kabut asap mulai terpantau sejak sebelum subuh.
“Mulai sekitar pukul 04.08 Wita sudah terpantau kabut asap cukup pekat,” ujar Yanti kepada derapwaktu.
Menurutnya, kondisi sempat sedikit membaik sekitar pukul 06.00 Wita. Namun, menjelang pukul 07.00 Wita, kabut asap kembali menebal.
“Sekitar pukul 06.00 Wita sempat ada pembiasan, tetapi menjelang pukul 07.00 Wita kembali menebal,” katanya.
Kondisi tersebut cukup mengganggu pengguna jalan. Dengan jarak pandang yang sangat terbatas, pengendara terlihat mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan yang diselimuti asap.
Yanti mengimbau pengendara yang melintas agar tidak memacu kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan.
“Pengendara sebaiknya memperlambat kendaraan karena jarak pandangnya sangat terbatas,” imbaunya.
Polisi Turun Atur Lalu Lintas
Kondisi jarak pandang yang ekstrem tersebut juga mendapat perhatian aparat kepolisian.
Sejumlah petugas terlihat berada di lokasi untuk membantu mengatur arus lalu lintas.
Kehadiran petugas diperlukan mengingat kabut asap yang sangat pekat dapat mengurangi kemampuan pengendara melihat kendaraan maupun objek di depannya sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Situasi serupa sebenarnya bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.
Pada akhir Agustus lalu, kabut asap juga sempat menyelimuti kawasan Pandahan hingga Pengayuan dengan jarak pandang pengendara dilaporkan hanya sekitar 2-3 meter.
Kondisi itu bahkan turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan, dengan UPTD SDN 2 Pandahan menyesuaikan jam masuk siswa dari pukul 08.00 menjadi 09.00 Wita.
Kabut asap kembali menjadi perhatian pada 21 September 2026. Sehari sebelum kondisi ekstrem yang dilaporkan Yanti tersebut, kabut asap tebal juga dilaporkan menyelimuti kawasan Pengayuan, Liang Anggang, dengan jarak pandang sekitar 5 meter.
Pengendara diimbau menurunkan kecepatan dan menyalakan lampu utama.
Salah seorang pengendara warga Pelaihari, Risnanda, mengaku kaget dengan kondisi kabut asap pekat lagi ini.
"Ini saya pas hendak ke Banjarmasin. Kemarin-kemarin aman cerah saja. Tapi pagi ini mendadak pekat banget," ucapnya.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)