DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kabut asap yang kembali menebal di kawasan perbatasan Kabupaten Tanah Laut (Tala)-Banjarbaru, Selasa (22/9/2026) pagi, mulai berdampak terhadap keselamatan pengguna jalan.
Di tengah jarak pandang yang dilaporkan sangat terbatas, sebuah truk mengalami kecelakaan dan terguling di kawasan tersebut sekitar pukul 06.40 Wita.
Informasi kecelakaan ini disampaikan Yanti, warga Desa Pandahan sekaligus relawan Pengayuan Rescue yang rumahnya berada tidak jauh dari kawasan tugu perbatasan Tala-Banjarbaru.
Yanti mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara persis kronologi kecelakaan tersebut.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, truk tersebut saat kejadian sedang melaju beriringan dengan kendaraan truk lainnya.
Ia kemudian mendapat informasi bahwa truk tersebut sempat mundur sebelum akhirnya terguling ke sisi kanan jalan.
Beruntung, sopir truk dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak mengalami cedera.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika kabut asap di kawasan Pandahan-Pengayuan hingga arah Liang Anggang sedang cukup pekat. Bahkan, jarak pandang sebelumnya dilaporkan hanya sekitar satu meter.
Kondisi ini membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Arus kendaraan tetap berjalan, tetapi pengendara cenderung memperlambat laju kendaraan karena pandangan ke depan sangat terbatas.
Terulang Saat Kabut Asap Pekat
Kecelakaan tersebut kembali menjadi pengingat akan risiko keselamatan di tengah kondisi kabut asap.
Beberapa pekan sebelumnya, kawasan yang sama juga sempat diselimuti kabut asap cukup tebal hingga mengganggu jarak pandang pengguna Jalan A Yani. Saat itu, pengendara juga diminta memperlambat kendaraan karena kondisi pandangan yang terbatas.
Kini, kondisi serupa kembali terjadi. Kabut asap yang awalnya sempat menipis pada pagi hari kembali menebal menjelang pukul 07.00 Wita.
Situasi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan tantangan bagi pengendara yang melintasi jalur utama penghubung antardaerah tersebut.
Karena itu, pengendara yang melintasi kawasan dengan kabut asap tebal diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan dan membunyikan klakson secara berkala untuk membantu memberi tanda keberadaan kendaraan kepada pengguna jalan lain.
Pengendara juga diminta tidak memaksakan perjalanan dengan kecepatan tinggi ketika jarak pandang sangat terbatas.
Kecelakaan truk pagi ini menjadi gambaran nyata bahwa dampak kabut asap tidak berhenti pada gangguan kualitas udara. Ketika jarak pandang turun drastis, keselamatan pengguna jalan ikut berada dalam risiko.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)