DERAPWAKTU.COM,  PELAIHARI – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah ruas jalan raya di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Minggu (11/10/2026) pagi. 

Selain di kawasan perbatasan Tala–Banjarbaru, kabut asap juga dilaporkan cukup tebal di kawasan Bondong, RT 6, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang.

Di kawasan perbatasan, kabut asap terpantau di sekitar Tugu Perbatasan Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, hingga Pengayuan, Kota Banjarbaru. 

Sementara di Bondong, kabut asap menyelimuti ruas jalan yang membentang cukup panjang, diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.

Kondisi ini kembali menjadi perhatian pengguna jalan, terutama pengendara yang melintas pada pagi hari ketika jarak pandang dapat berkurang akibat kabut asap.

Yanti, warga setempat sekaligus relawan Pengayuan Rescue, menuturkan kabut asap di sekitar Tugu Perbatasan Pandahan–Pengayuan masih cukup tebal sekitar pukul 06.00 Wita.

Meski demikian, jarak pandang saat itu diperkirakan sekitar lima meter. Kondisi paling terasa berada di kawasan dekat tugu perbatasan.

Kabut asap di lokasi tersebut dilaporkan mengalami perubahan ketebalan dalam beberapa pekan terakhir. 

Pada waktu tertentu, kabut menebal menjelang pagi, kemudian berangsur menghilang, tetapi kembali muncul pada hari-hari berikutnya.


Pengendara Motor Kurangi Kecepatan

Terbatasnya jarak pandang membuat pengguna jalan harus menyesuaikan kecepatan saat melintasi kawasan berkabut.

Yuliansyah, warga Pelaihari, mengaku mengurangi kecepatan sepeda motornya menjadi sekitar 30–40 kilometer per jam ketika melintasi kawasan tersebut pada Minggu pagi.

Ia juga mengenakan masker untuk mengurangi paparan asap selama perjalanan. Yuliansyah saat itu hendak menuju Handil Bakti untuk menghadiri acara hajatan keluarganya.

Pengalaman tersebut memperlihatkan langkah antisipasi yang dilakukan pengendara ketika kondisi jalan tidak sepenuhnya terlihat dengan jelas.

Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta meningkatkan kewaspadaan. 

Apabila jarak pandang terlalu terbatas, pengendara sebaiknya mencari tempat aman untuk berhenti sementara.


Bondong Juga Kerap Diselimuti Kabut Asap

Kabut asap tidak hanya menjadi persoalan di jalur perbatasan Tala–Banjarbaru. Kepala Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, juga melaporkan kondisi kabut asap yang cukup tebal di kawasan Bondong, khususnya di sekitar RT 6, pada Minggu pagi.

Kawasan bondong diketahui juga kerap diselimuti kabut asap. Meski secara umum ketebalannya tidak separah yang dilaporkan di sekitar Tugu Perbatasan Pandahan–Pengayuan, bentangan jalan yang berkabut di bondong cukup panjang, diperkirakan sekitar satu kilometer.

Panjang ruas yang terdampak menjadi perhatian tersendiri bagi pengguna jalan. Pengendara yang memasuki kawasan tersebut perlu mengantisipasi perubahan jarak pandang selama melintasi ruas berkabut, bukan hanya pada satu titik tertentu.

Sebelumnya, pada 24 September 2026, sebuah mobil Honda Brio merah keluar dari badan jalan dan terbalik di kawasan Bondong, Desa Gunung Raja. 

Empat orang di dalam mobil, termasuk seorang perempuan hamil, dilaporkan selamat.

Saat itu, warga setempat juga menyampaikan bahwa kabut asap kerap menebal pada pagi hari. Namun, keberadaan kabut asap di kawasan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kondisi itu menjadi penyebab kecelakaan.


Ketebalan Kabut Berubah dalam Beberapa Pekan

Laporan kabut asap di sejumlah titik Tala menunjukkan kondisi yang berfluktuasi sejak September hingga pertengahan Oktober 2026.

Pada 22 September, kabut asap di kawasan Pandahan–Pengayuan hingga arah Liang Anggang dilaporkan sangat tebal. 

Yanti saat itu memperkirakan jarak pandang di sejumlah titik hanya sekitar satu meter. Kabut sempat berkurang sekitar pukul 06.00 Wita, tetapi kembali menebal sekitar pukul 07.00 Wita.

Pada 7 Oktober, kabut asap kembali dilaporkan tebal di sekitar Tugu Perbatasan Pandahan–Pengayuan sejak sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 Wita. 

Jarak pandang diperkirakan hanya sekitar satu meter lebih sedikit sebelum kabut berangsur menghilang.

Pada Minggu (11/10/2026), kabut kembali cukup tebal di perbatasan, dengan perkiraan jarak pandang sekitar lima meter pada pukul 06.00 Wita. 

Pada pagi yang sama, laporan dari Gunung Raja menunjukkan kawasan Bondong juga mengalami kondisi serupa.

Perubahan ketebalan kabut tersebut membuat kewaspadaan pengendara tetap diperlukan, terutama pada pagi hari. 

Kondisi di satu titik dapat berbeda dengan titik lainnya, sehingga pengguna jalan perlu menyesuaikan kecepatan dengan jarak pandang aktual.

(derapwaktu.com/roy).