Kabut paling tebal terpantau di sekitar tugu perbatasan Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Tala, dengan wilayah Pengayuan, Banjarbaru.
Kondisi tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 Wita.
Yanti, warga yang rumahnya berada tak jauh dari tugu perbatasan sekaligus relawan Pengayuan Rescue, mengatakan jarak pandang saat kabut mencapai kondisi terpekat hanya sekitar satu meter lebih sedikit.
“Sekitar jam 5 sampai jam 6 tadi berkabut tebal. Jarak pandang sekitar satu meter lebih sedikit,” ujar Yanti, Rabu pagi.
Menurutnya, kabut tidak menyelimuti seluruh kawasan secara merata.
Kondisi paling tebal terutama terasa di kawasan Kampung Pengayuan dan sebagian wilayah Desa Pandahan, khususnya di sekitar tugu perbatasan.
“Memang kabutnya meliputi daerah Kampung Pengayuan dan sebagian Desa Pandahan, khusus pas tugu perbatasan,” katanya.
Kabut tebal tersebut sempat membuat arus lalu lintas melambat. Pengendara roda dua maupun roda empat harus mengurangi kecepatan karena jarak pandang sangat terbatas.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Setelah sekitar pukul 06.00 Wita, kabut berangsur menghilang dan situasi kembali aman.
“Alhamdulillah sudah aman. Setelah itu kabut menghilang,” tutur Yanti.
Ia juga menyebut kondisi sehari sebelumnya relatif terang. Munculnya kembali kabut asap tebal pada pagi ini pun cukup kontras dengan kondisi cuaca sebelumnya.
Kondisi kabut asap di kawasan perbatasan Tala-Banjarbaru ini menjadi perhatian karena dalam beberapa pekan terakhir kejadian serupa beberapa kali terjadi.
Pada 22 September 2026, misalnya, kabut asap di kawasan Pandahan-Pengayuan hingga arah Liang Anggang sempat sangat pekat. Jarak pandang saat itu dilaporkan hanya sekitar satu meter.
Dalam kondisi tersebut, sebuah truk dilaporkan terguling sekitar pukul 06.40 Wita. Sopir truk dilaporkan selamat.
Sehari berikutnya, 23 September 2026, kecelakaan kembali terjadi di Jalan A Yani, Desa Liang Anggang. Sebuah mobil Kijang terlibat kecelakaan dengan truk bermuatan kontainer.
Dua orang di dalam mobil, yang disebut merupakan bapak dan anak, mengalami luka serius dan dievakuasi ke IGD RS Sultan Agung Banjarbaru.
Kemudian pada 24 September 2026, sebuah Honda Brio terbalik di kawasan Bondong, RT 6, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang. Empat orang di dalam kendaraan, termasuk seorang wanita hamil, dilaporkan selamat.
Rangkaian kejadian tersebut tidak serta-merta membuktikan kabut asap sebagai penyebab kecelakaan. Namun, kondisi jarak pandang yang sangat terbatas jelas menjadi situasi yang perlu diwaspadai pengguna jalan.
Karena itu, pengendara yang melintasi kawasan Pandahan-Pengayuan hingga Liang Anggang diimbau mengurangi kecepatan ketika kabut kembali menebal, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan.
Pagi ini kabut akhirnya menghilang dan kondisi kembali aman. Namun, pengalaman beberapa pekan terakhir menunjukkan kabut dapat muncul kembali secara tiba-tiba pada dini hari.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)