DERAPWAKTU.COM, BRASIL – Sosok pria asal Brasil bernama Michel Faro do Prado atau yang lebih dikenal sebagai Diabão Prado kembali menjadi sorotan dunia setelah video dan fotonya viral di berbagai media sosial.
Penampilannya yang ekstrem, dengan puluhan implan tanduk di kepala, tubuh dipenuhi tato, hingga gigi yang dimodifikasi menyerupai taring, membuat banyak orang bergidik saat melihatnya.
Namun, di balik penampilan yang kerap dijuluki "manusia setan" itu, tersimpan perjalanan hidup yang tidak sederhana. Diabão merupakan seorang seniman tato profesional yang mengaku menjadikan tubuhnya sebagai media ekspresi seni dan pencarian jati diri.
Data dihimpun, Kamis (6/8/2026), pria asal Praia Grande, São Paulo, Brasil, itu diketahui mulai melakukan modifikasi tubuh secara intensif sejak 2016–2017.
Sebelumnya, ia pernah menjalani kehidupan yang berat, termasuk menjadi tunawisma dan berjuang lepas dari kecanduan narkoba. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mengantarkannya menemukan dunia seni tato dan modifikasi tubuh.
Menurut berbagai wawancara yang pernah diberikannya, Diabão menegaskan bahwa penampilan luar bukanlah cerminan isi hati seseorang. Ia ingin membuktikan bahwa orang dengan wajah menyeramkan belum tentu memiliki sifat buruk.
Kini, lebih dari 80 persen tubuhnya dipenuhi tato. Ia juga memiliki lebih dari 30 implan tanduk di kepalanya serta sejumlah modifikasi permanen pada wajah dan giginya. Berkat transformasi ekstrem tersebut, namanya bahkan tercatat dalam Guinness World Records untuk kategori modifikasi tubuh.
Jangan Menilai dari Penampilan
Video Diabão yang beredar luas memunculkan beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian mengaku takut, sebagian lagi penasaran dengan alasan di balik perubahan penampilannya.
Seorang warga Pelaihari, Rudi Rosadi (38), mengaku merinding ketika pertama kali melihat video tersebut.
"Jujur saya bergidik. Awalnya saya kira itu efek editan video. Setelah tahu nyata, saya benar-benar tidak habis pikir kenapa seseorang mau mengubah dirinya sampai seperti itu. Tapi setelah membaca kisah hidupnya, saya sadar kita tidak boleh langsung menghakimi. Itu hak pribadinya sebagai manusia," ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Nur Aisyah (31). Ia mengaku penampilan Diabão memang membuatnya takut, namun kisah hidup pria itu memberikan pelajaran berharga.
"Kalau hanya melihat wajahnya memang menyeramkan. Tetapi siapa yang tahu isi hatinya? Bisa jadi dia lebih baik daripada orang yang penampilannya biasa saja. Dari sini saya belajar jangan mudah menilai seseorang hanya dari tampilan luar," katanya.
Ada Hikmah di Baliknya
Fenomena Diabão Prado kembali mengingatkan bahwa setiap orang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda.
Pilihan untuk memodifikasi tubuh memang kerap memunculkan pro dan kontra, tetapi selama tidak melanggar hukum dan dilakukan atas kehendak sendiri, hal itu merupakan hak pribadi.
Di balik penampilannya yang mengundang rasa takut, tersimpan pesan bahwa manusia tidak dapat dinilai hanya dari rupa.
Sebab, seseorang yang tampak menyeramkan belum tentu berhati jahat, begitu pula sebaliknya, mereka yang berpenampilan rapi belum tentu memiliki perilaku baik.
Kisah Diabão menjadi pengingat bahwa empati dan sikap tidak mudah menghakimi sering kali lebih penting daripada sekadar menilai apa yang tampak di permukaan.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)