DERAPWAKTU.COM, INDIA – Lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi pendidik berubah menjadi lokasi pembunuhan.
Seorang guru bahasa Inggris, Sandhya (30), tewas setelah diserang secara brutal oleh seorang pria yang diduga menyimpan dendam karena dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual.
Data dihimpun derapwaktu, Rabu (5/8/2026), peristiwa tragis itu terjadi di Saraswati Senior Secondary School, Desa Sikrona, Faridabad, India, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 09.30–09.40 waktu setempat.
Rekaman CCTV menunjukkan pelaku yang menutupi wajahnya datang ke sekolah, berpura-pura sebagai tamu. Lalu memancing korban keluar dari ruang sekolah sebelum melancarkan serangan menggunakan pisau secara beringas.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal Kepolisian Faridabad, pelaku bernama Amit (21) telah mengenal korban sekitar dua tahun.
Namun hubungan keduanya bukan pasangan, melainkan mantan rekan kerja di sebuah sekolah swasta yang dimiliki keluarga pelaku.
Dari hubungan profesional tersebut, pelaku diduga mulai menaruh rasa suka (jatuh hati atau cinta) secara sepihak hingga melamar korban.
Namun lamaran itu ditolak karena Sandhya telah menikah dan memiliki dua anak.
Penolakan tersebut diduga menjadi awal dari aksi penguntitan berkepanjangan.
Korban disebut terus menerima gangguan dan pelecehan hingga akhirnya melaporkan pelaku kepada polisi.
Meski saat itu pelaku sempat meminta maaf secara terbuka agar perkara tidak berlanjut, penyidik menduga permintaan maaf tersebut tidak menghapus rasa dendam yang dipendamnya.
Karena merasa tidak lagi aman, Sandhya memilih keluar dari tempat kerja lamanya, memutus seluruh komunikasi dengan pelaku, dan pindah mengajar di Saraswati Senior Secondary School.
Namun upaya itu tidak menghentikan aksi pelaku. Polisi menyebut Amit tetap mencari keberadaan korban hingga akhirnya mengetahui lokasi sekolah tempat Sandhya mengajar.
Pada pagi hari kejadian, pelaku datang ke sekolah sekitar pukul 09.30 waktu setempat dan menunggu di area lobi.
Sekitar pukul 09.40, ia berhasil memancing korban keluar sebelum melakukan penyerangan yang berlangsung sekitar 30 hingga 35 detik.
Korban mengalami luka tusuk fatal dan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Polisi Faridabad menyatakan motif utama pembunuhan diduga merupakan aksi balas dendam atas laporan pelecehan seksual yang pernah diajukan korban beberapa hari sebelum kejadian.
Kasus ini kembali memicu keprihatinan publik di India mengenai ancaman penguntitan (stalking) terhadap perempuan dan pentingnya perlindungan bagi korban pelecehan.
Termasuk di lingkungan pendidikan yang selama ini dianggap sebagai ruang aman bagi para guru.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)