DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Sebuah video yang memperlihatkan bagian dalam baterai mobil listrik terbakar viral di media sosial.
Hal yang membuat warganet ramai memperbincangkannya bukan hanya soal kebakaran, tetapi tampilan isi baterai yang sekilas terlihat seperti deretan baterai AA yang biasa digunakan untuk remote televisi.
Narasi dalam video bahkan menyebut baterai mobil listrik tersebut hanya berisi kumpulan baterai AA yang dirangkai sedemikian rupa. Klaim itu sontak memancing beragam komentar, terlebih kendaraan listrik kini semakin gencar diperkenalkan dan digunakan masyarakat.
Di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, video tersebut juga sempat membuat penasaran warga.
Sulardi, warga Tala, mengaku terkejut ketika pertama kali melihat video itu. Ia bahkan sempat berpikir ulang mengenai kendaraan listrik setelah mendengar narasi bahwa baterai mobil listrik ternyata hanya berupa kumpulan baterai kecil seperti baterai remote.
“Awalnya kaget juga. Saya kira benar baterai mobil listrik itu isinya seperti baterai AA yang biasa dipakai di remote,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Rasa penasaran membuat Suhardi kemudian mencari informasi lebih lanjut melalui internet.
Dari penelusuran tersebut, ia menemukan fakta bahwa sel baterai mobil listrik memang bisa berbentuk silindris dan tersusun dalam jumlah banyak, tetapi bukan baterai AA rumah tangga.
Sekilas Mirip, Teknologinya Jauh Berbeda
Kekeliruan dalam video viral itu muncul karena bentuk fisik sel silindris baterai kendaraan listrik memang sekilas menyerupai baterai tabung.
Padahal, sel yang digunakan pada kendaraan listrik merupakan sel lithium-ion khusus untuk aplikasi berdaya tinggi, dengan ukuran dan karakteristik berbeda dari baterai AA untuk perangkat rumah tangga.
Departemen Energi Amerika Serikat mencatat format sel silindris yang digunakan dalam teknologi kendaraan listrik antara lain 18650 dan 21700. Angka tersebut mengacu pada ukuran sel; misalnya, sel 18650 berdiameter sekitar 18 milimeter dan panjang 65 milimeter.
Sementara itu, baterai AA rumah tangga berukuran sekitar 14 milimeter dengan panjang sekitar 50 milimeter dan umumnya digunakan untuk perangkat berdaya relatif kecil.
Jadi, kemiripan bentuk tidak berarti kesamaan teknologi maupun kemampuan.
Ribuan Sel Bisa Disusun Menjadi Satu Baterai Mobil
Untuk menghasilkan energi yang cukup besar menggerakkan kendaraan, sel-sel baterai tersebut disusun menjadi rangkaian seri dan paralel.
Dalam desain yang menggunakan sel silindris, jumlahnya dapat mencapai ribuan sel dalam satu battery pack.
International Energy Agency (IEA) menyebut battery pack kendaraan listrik yang memakai sel silindris umumnya terdiri dari beberapa ribu sel, sedangkan penggunaan sel prismatik atau pouch dapat membutuhkan jumlah sel yang lebih sedikit.
Susunan tersebut kemudian diintegrasikan menjadi modul atau langsung menjadi battery pack, tergantung desain kendaraan.
Baterai tersebut bukan sekadar kumpulan sel yang disambungkan begitu saja. Di dalam sistemnya terdapat Battery Management System (BMS) yang memantau kondisi baterai.
Termasuk suhu dan tingkat pengisian, serta membantu menjaga baterai tetap berada dalam batas operasi yang aman.
Bukan Cuma Sel Berbentuk Tabung
Video viral tersebut juga berpotensi menimbulkan kesan bahwa seluruh mobil listrik menggunakan baterai berbentuk silinder.
Faktanya, industri kendaraan listrik mengenal tiga format utama sel baterai: cylindrical, prismatic, dan pouch.
IEA mencatat sel prismatik saat ini menjadi format yang paling banyak digunakan secara global, sementara sel silindris dan pouch juga tetap digunakan berbagai produsen.
Pemilihan format bergantung pada desain kendaraan, kebutuhan energi, kimia baterai dan strategi manufaktur.
Artinya, tidak semua baterai mobil listrik akan terlihat seperti deretan tabung ketika dibongkar.
Lantas, Bagaimana Mencegah Baterai Terlalu Panas?
Pertanyaan lain yang muncul setelah video tersebut viral adalah soal keamanan.
Baterai lithium-ion menghasilkan panas ketika digunakan dan terutama ketika menerima pengisian daya dengan arus tinggi.
Karena itu, battery pack kendaraan listrik dirancang dengan sistem pengawasan dan pengelolaan temperatur.
Pada sejumlah kendaraan, pengendalian suhu dilakukan dengan sistem pendingin cair.
Desainnya dapat menggunakan pelat atau saluran pendingin yang ditempatkan dekat sel baterai untuk membantu mengendalikan temperatur.
Pengelolaan temperatur menjadi bagian penting dari desain baterai karena suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat degradasi dan meningkatkan risiko gangguan keselamatan.
Namun, keberadaan sistem pengamanan tersebut bukan berarti baterai kendaraan listrik mustahil terbakar.
Seperti teknologi baterai lainnya, kerusakan sel, kecelakaan berat, cacat produksi atau kondisi tertentu dapat menimbulkan risiko.
Karena itu, keselamatan baterai menjadi bagian penting sejak tahap desain sel, modul, battery pack hingga sistem kendali kendaraan.
Sempat Urung, Setelah Tahu Fakta Jadi Lebih Paham
Bagi Sulardi, video viral tersebut menjadi contoh bagaimana potongan informasi di media sosial bisa dengan cepat membentuk persepsi sebelum fakta sebenarnya diketahui.
“Saya sempat berpikir, kalau benar cuma baterai seperti itu, jadi urung mau beli mobil listrik. Setelah cari tahu, ternyata tidak sesederhana yang ada di video,” katanya.
Ia menilai masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai narasi dalam video viral, terutama ketika menyangkut teknologi yang belum banyak dipahami.
“Kalau lihat video seperti itu, sebaiknya cari tahu dulu faktanya. Jangan sampai karena narasi yang keliru kita langsung mengambil kesimpulan,” ujarnya.
Pada akhirnya, video tersebut memang memperlihatkan sel-sel baterai berbentuk silinder yang tersusun dalam jumlah banyak. Tetapi menyebutnya sebagai “baterai AA seperti baterai remote” adalah penyederhanaan yang menyesatkan.
Sekilas memang mirip baterai biasa. Namun di balik bentuk tabung itu terdapat teknologi lithium-ion, sistem kelistrikan, manajemen baterai dan rancangan keselamatan yang jauh lebih kompleks.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)