DERAPWAKTU.COMSEMARANG — Jalanan yang tampak biasa mendadak berubah menjadi lokasi aksi kejahatan yang mengusik rasa aman. Seorang perempuan lanjut usia menjadi korban penjambretan setelah didekati pria yang mengenakan jaket ojek online.

Aksi tersebut terjadi di Jalan Seroja Dalam III, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 10.48-11.00 WIB.

Rekaman CCTV memperlihatkan korban yang disebut berinisial S, berjalan seorang diri menggunakan tongkat sambil membawa tas kecil. 

Dari arah belakang, pelaku mengendarai sepeda motor matik dan mengenakan jaket berwarna hijau yang menyerupai atribut ojek online.

Pelaku kemudian berhenti di dekat korban dan berpura-pura menanyakan alamat.

Saat perhatian korban teralihkan, pelaku tiba-tiba menarik tas yang digenggam korban. 

Korban berusaha mempertahankannya hingga kehilangan keseimbangan dan terseret beberapa meter di atas aspal.

Pelaku bahkan sempat turun dari sepeda motornya untuk kembali menarik tas tersebut. 

Setelah berhasil merampasnya, pelaku langsung melarikan diri.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar dan lecet pada paha kiri, kaki serta telapak kaki. 

Barang yang dibawa kabur antara lain telepon genggam Samsung Galaxy A04E, uang tunai sekitar Rp180 ribu dan KTP.

Kasus ini kemudian menjadi perhatian setelah rekaman CCTV aksi tersebut beredar luas di media sosial.


Bukan Driver Ojol

Polisi memastikan jaket ojek online yang dikenakan pelaku hanyalah kedok. Pelaku bukan pengemudi ojek online resmi.

Satreskrim Polrestabes Semarang akhirnya menangkap pria berinisial SD alias Sudarmin (45). 

Pelaku diamankan pada Rabu (2/9/2026) setelah polisi mengidentifikasi wajah serta nomor pelat kendaraan dari rekaman CCTV.

Penangkapan dilakukan di tempat tinggal pelaku di kawasan Rusunawa Kaligawe, Semarang.

Saat hendak diamankan, pelaku disebut berusaha melawan dan melarikan diri sehingga polisi melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki.

Yang mengejutkan, dalam pemeriksaan pelaku mengaku telah melakukan aksi penjambretan di 12 lokasi berbeda di sekitar Kota Semarang.

Jaket ojol yang dikenakan saat beraksi kini turut diamankan polisi sebagai barang bukti.


Warga Tala Ikut Waswas

Aksi terhadap lansia tersebut ikut memantik keresahan warga Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.

Bagi warga, modus berpura-pura menjadi pengemudi ojol menunjukkan bahwa pelaku bisa memanfaatkan situasi dan atribut tertentu untuk mendekati korban.

Rina, warga Tala, mengaku geram melihat korban yang sudah lanjut usia masih menjadi sasaran kejahatan jalanan.

“Melihat videonya bikin geram. Korbannya lansia, berjalan pakai tongkat, tapi masih tega dijambret sampai terseret. Kita jadi makin waswas kalau harus berjalan sendirian di tempat sepi,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Keresahan serupa disampaikan Fahmi, warga Tala lainnya. Ia menilai masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika ada orang tak dikenal yang tiba-tiba menghampiri di kawasan minim aktivitas.

“Sekarang bukan cuma soal tas atau barang berharga. Kita harus waspada terhadap orang yang tiba-tiba mendekat dan mengajak bicara. Kalau jalan sendirian di tempat sepi, tentu jadi kepikiran setelah melihat kejadian seperti ini,” katanya.

Jangan Lengah di Jalan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, termasuk pada siang hari dan di kawasan permukiman.

Warga disarankan tidak memainkan ponsel ketika berjalan di pinggir jalan, menempatkan tas di sisi tubuh yang menjauh dari jalan, serta menghindari penggunaan perhiasan atau barang berharga secara mencolok.

Jika ada pengendara tidak dikenal yang tiba-tiba berhenti dan menanyakan alamat, masyarakat sebaiknya menjaga jarak aman dan tidak langsung mendekat ke kendaraan.

Sebab, kejahatan jalanan tidak selalu datang dengan tanda-tanda mencurigakan.

Kadang, ia justru datang dengan jaket yang membuat orang lain merasa aman.

(derapwaktu.com/roy)